Selasa, 17 Maret 2009

Cara Terbaik Biar Sukses Dalam Budidaya Ikan Bawal

Ikan bawal ialah jenis air tawar yang berasal dari Brazil. Tujuan dari introduksi ikan bawal ialah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di Indonesia.

Ikan bawal termasuk salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia mirip halnya ikan lele, ikan mujair, ikan nila, ikan mas dan ikan gurami.

Ikan bawal tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan alasannya ialah secara alami ikan ini termasuk ikan yang gampang mengikuti keadaan dengan kondisi lingkungan baru.

Ikan bawal yang telah tersebar dan berkembang serta dikenal oleh masyarakat Indonesia termasuk jenis (species) Colossomaspp. Yaitu Colossoma macropomum dan Colossoma bracipomum. Kedua jenis ikan bawal ini mirip atau identik dengan jenis (spesies) ikan bawal yang disebut Cachama (Colossoma oculus) yang berkembang dan hidup di Amerika dan Venezuella.

Ikan bawal merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai hemat cukup tinggi. Pada mulanya ikan bawal diperdagangkan sebagai ikan hias, namun alasannya ialah pertumbuhannya sangat cepat, serta mempunyai rasa daging yang cukup lezat (hampir mirip daging ikan gurami), maka masyarakat kemudian menyebabkan ikan bawal sebagai ikan konsumsi.

Karena seruan pasar yang semakin tinggi, maka produksinya setiap tahun juga semakin meningkat. Tentu saja hal itu menyebabkan budidaya ikan bawal menjadi salah satu peluang perjuangan yang cukup menjanjikan.

Tujuan dari perjuangan pembesaran ikan bawal ialah untuk mendapat ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disukai oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal sanggup dilakukan di bak tanah maupun bak permanen, baik secara monokultur maupun polikultur.

Kelebihan ikan bawal:

• Pertumbuhannya cukup cepat.
• Nafsu makan tinggi dan termasuk pemakan segalanya, tapi lebih banyak memakan dedaunan.
• Memiliki ketahanan yang baik terhadap kondisi perairan yang kurang baik.
• Memiliki rasa daging yang cukup enak, hampir mirip daging ikan gurami.

Persiapan bak pembesaran:

Kolam untuk pemeliharaan ikan bawal dipersiapkan mirip bak untuk budidaya ikan air tawar lainnya. Persiapan bak ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kuliner alami dalam jumlah yang cukup sebagai cadangan kuliner untuk bibit ikan bawal yang akan dipelihara.

• Pertama bak dikeringkan dulu hingga tanah bab dasarnya benar-benar menjadi kering. Tujuan pengeringan tanah pada dasar bak antara lain:

- Untuk mambasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator atau kompetitor dalam perebutan makanan

- Mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lainnya yang terbentuk selama bak terendam.

- Memungkinkan terjadinya pertukaran udara (aerasi) pada pelataran kolam. Dalam proses ini gas-gas oksigen akan mengisi celah-celah dan pori-pori tanah.

• Sambil menunggu tanah dasar bak kering, pematang kolam/dinding bak dicek dan diperbaiki untuk menutup kebocoran-kebocoran yang ada.

• Setelah dasar bak benar-benar kering, kemudian ditaburi kapur tohor maupun dolomit dengan takaran 25 kg per 100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah dan juga untuk membunuh hama maupun patogen yang masih sanggup bertahan sesudah proses pengeringan kolam.

• Bagian dasar bak sebaiknya juga dipupuk memakai pupuk sangkar dengan takaran 25-50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk sangkar yang dipakai harus benar-benar
yang sudah matang (lama) semoga tidak menjadi racun bagi ikan bawal. Tapi bak pembesaran tidak mutlak harus dipupuk, alasannya ialah kuliner ikan bawal sebagian besar diperoleh dari kuliner suplemen atau kuliner buatan.

• Setelah pemupukan final dilakukan, kemudian bak di isi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari. Setelah itu air bak ditambah lagi bertahap hingga kedalaman air mencapai 40-60 cm dan terus diatur hingga ketinggian airnya mencapai 80-120 cm, tergantung dari jumlah ikan yang akan dipelihara didalam bak tersebut.

• Jika warna air sudah berkembang menjadi hijau terang, benih ikan bawal sudah sanggup dimasukkan kedalam bak (biasanya 7-10 hari sesudah proses pemupukan).

Pemilihan dan penebaran bibit ikan bawal:

• Pemilihan benih

Pemilihan benih yang elok sangat penting dilakukan alasannya ialah hanya benih yang unggul yang akan bertahan hidup dan sanggup tumbuh dengan baik.

Benih yang elok harus sehat secara fisik, mempunyai anggota badan lengkap, aktif bergerak, ukurannya sama (seragam), tidak cacat fisik, tidak membawa penyakit, dan dari jenis unggul.

• Penebaran benih

Sebelum benih ikan bawal ditebar kedalam kolam, benih perlu di adaptasikan dulu dengan tujuan semoga benih ikan tidak mengalami stress pada dikala berada dalam bak budidaya.

Cara penyesuaian benih ikan:

Ikan yang masih berada dalam bungkus plastik yang masih tertutup rapat dimasukan dulu kedalam bak dan biarkan hingga dinding plastik terlihat mengembun. Itu tandanya air bak dan air didalam plastik sudah sama suhunya.

Setelah itu plastik pembungkus benih ikan bawal dibuka dan masukkan air bak bertahap kedalam plastik pembungkus benih ikan hingga benih ikan terlihat dalam kondisi yang sehat dan aktif. Selanjutnya benih ikan ditebar/dilepaskan ke dalam bak secara perlahan-lahan.

Pakan:

Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting untuk diperhatikan dalam budidaya ikan bawal alasannya ialah hanya dengan pakan yang baik, ikan sanggup tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita harapkan.

Pakan yang berkualitas baik ialah jenis pakan yang mempunyai kandungan gizi seimbang, baik protein, karbohidrat, lemak serta vitamin dan mineralnya.

Karena ikan bawal termasuk ikan pemakan segala (omnivora), maka kuliner yang diberikan sanggup berupa daun-daunan dan juga berupa pelet.

Pakan untuk ikan bawal diberikan 3-5 % dari berat tubuhnya (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan sanggup ditebarkan secara eksklusif ke dalam kolam.

Panen:

Pemanenan ikan bawal hasil pembesaran sanggup dilakukan sesudah ikan dipelihara selama 4-6 bulan. Pada usia tersebut ikan bawal telah mencapai bobot badan kurang lebih 500 gram/ekornya dengan kepadatan 4 ekor/meter persegi. Biasanya alat yang dipakai untuk mengambil ikan bawal dari dalam bak ialah jaring bemata lebar.

Ikan bawal hasil panen sebaiknya ditampung ditempat yang luas dan dengan air yang selalu mengalir.

Baca juga:

Kolam yang ideal untuk budidaya ikan lele

Tehnik pemijahan ikan Koi yang efektif

Tips perawatan ikan Arwana didalam aquarium

Demikian sedikit informasi perihal "Cara terbaik semoga sukses dalam budidaya ikan bawal". Untuk informasi lain seputar ikan konsumsi, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Ikan Bawal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar