Sabtu, 28 Februari 2009

Meramal Kualitas Bunyi Perkutut Dari Katuranggannya

Perkutut lokal sering dikaitkan dengan hal-hal mistis dan dipercaya sanggup membawa keberuntungan atau kesialan. Perkutut lokal sering disebut sebagai Perkutut katuranggan.

Katuranggan sendiri berasal dari bahasa Jawa dari kata "Katur" yang berarti "menyampaikan" dan "Angga" yang berarti "badan". Jadi, Katuranggan ialah pengetahuan untuk memberikan pengertian perihal sifat/karakter dari bentuk badan/fisik dari seekor Perkutut.

Meramal kualitas seekor Perkutut dengan cara melihat Katuranggannya mungkin sudah menjadi tradisi bagi para penggemar Perkutut di Indonesia semenjak jaman dulu, bahkan tidak jarang mengaitkannya dengan hal-hal mistis.

Bagi penggemar burung Perkutut, pemilihan Katuranggan ini menjadi satu hal yang sangat penting selain dari bunyi/suaranya. Hal itu disebabkan lantaran adanya kepercayaan turun temurun dari Leluhur bahwa burung Perkutut ialah burung istimewa yang mempunyai YONI atau kekuatan ghaib yang sanggup membawa keberuntungan dan sanggup juga membawa kesialan bagi pemiliknya.

Sebetulnya Katuranggan tidak sepenuhnya berkaitan dengan hal-hal mistis, lantaran Katuranggan ialah ilmu "titen" atau pengetahuan untuk membaca sifat/karakter dari seekor Perkutut dari bentuk fisiknya. Istilahnya, melihat isi dari kulitnya.

Dengan melihat Perkutut dari Katuranggannya, kita juga sanggup meramalkan bagaimana kualitas Perkutut tersebut, baik dari bunyi maupun performanya.

Berikut ini beberapa katuranggan Perkutut untuk meramal kualitas suaranya:

• Perkutut dengan bentuk kepala "njambe nom" (seperti buah jambe/pinang yang masih muda), diperkirakan kualitas suaranya sanggup maksimal dan keindahan suaranya akan tetap baka dan stabil hingga Perkutut tersebut berusia tua.

• Perkutut dengan bentuk kepala "mbeton nongko" (seperti biji nangka), diperkirakan suaranya akan bertahan hingga tua, tapi kualitas keindahan suaranya tidak sanggup mencapai maksimal.

• Perkutut dengan bentuk kepala "nggobog" (bulat ibarat uang logam), diperkirakan kualitas suaranya akan terus meningkat hingga pada usia tengahan atau 3 rambahan atau sekitar 24 tahun (satu rambahan ialah 8 tahun). Kemudian sesudah itu kualitas suaranya akan terus menurun sesuai dengan umurnya.

• Perkutut dengan bentuk kepala "mbungkul bawang" (seperti siung bawang putih), diperkirakan kualitas suaranya tidak menentu/tidak sanggup stabil, kadang sanggup manis dan mengejutkan dan kadang juga jelek/mlempem.

• Perkutut dengan bentuk kepala "nakir kuwalik" (seperti bentuk takir terbalik, takir ialah kawasan makanan/sesaji di Jawa yang terbuat dari daun pisang berbentuk persegi empat). Perkutut dengan Katuranggan ibarat itu sulit diperlukan bunyi terbaiknya.

• Perkutut yang kalau dilihat dari samping bentuk paruhnya "ngepel" (seperti buah kapel/burahol) dan bentuk badannya "tuntut gedang" atau "njantung pisang" (seperti kuncup bunga pisang), serta bentuk ekornya meruncing dengan garis-garis bulu yang jelas, diperkirakan bunyi tengahnya (ketek) bagus, sanggup terdengar terang dan baik.

• Perkutut kalau dilihat dari samping bentuk paruhnya "nggabah" (seperti gabah atau butiran padi) dan bentuk badannya "nongko sak glundung" (seperti buah nangka), serta bentuk ekornya panjang dengan garis-garis bulu yang terang tapi tumpul, diperkirakan bunyi tengahnya (ketek) agak bagus.

• Perkutut kalau dilihat dari samping bentuk paruhnya "mapah gedang" (seperti pelepah pisang) dan bentuk tubuhnya "mbluluk" (seperti buah kelapa yang masih kecil) serta bentuk ekornya pendek meruncing, diperkirakan bunyi tengahnya (ketek) cukup bagus.

• Perkutut kalau dilihat dari samping bentuk paruhnya "nglombok gede" (seperti cabai besar) dan bentuk tubuhnya "njagung nglobot" (seperti buah jagung yang belum dikupas kulitnya) serta bentuk ekornya panjang tapi kurang meruncing sehingga bulunya bertumpuk dengan garis-garis kurang jelas, diperkirakan bunyi tengahnya (ketek) kurang bagus.

• Perkutut kalau dilihat dari samping bentuk paruhnya ibarat "nglombok rawit" (seperti cabai rawit) dan bentuk tubuhnya "wungkal gerang" (seperti kerikil asahan pisau yang sudah aus penggalan tengahnya) serta bentuk ekornya mekar ibarat kipas, diperkirakan bunyi bunyi tengahnya (ketek) tidak bagus, tapi kelebihannya mempunyai bunyi yang tebal.

Baca juga:

Mengenal perbedaan Perkutut Lokal dan Perkutut Bangkok

Perawatan yang sempurna untuk Perkutut pada dikala mabung/ngurak

Manfaat kencur dan merica untuk menciptakan Perkutut rajin manggung

Demikian warta perihal "Meramal kualitas bunyi Perkutut dari katuranggannya". Untuk warta lain seputar Perkutut, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Perkutut Lokal

Jumat, 27 Februari 2009

Kelebihan Dan Kekurangan Murai Kerikil Ekor Hitam (Black Tail)

Murai Batu (MB) ekor hitam (Black tail) ketika ini cukup banyak peminatnya. Pamornya mulai terangkat semenjak banyak bermunculan jawara-jawara Murai Batu dari jenis ekor hitam pada event-event lomba burung kicau tingkat Nasiaonal.

Hal itu menciptakan minat para Mania terhadap Murai Batu (MB) ekor hitam (Black tail) ikut meningkat mengikuti isu terkini pasar, ialah bila ada jenis burung tertentu yang sedang ramai di arena lomba atau yang sering meraih prestasi, niscaya akan pribadi di ikuti dengan maraknya minat penggemar yang ramai-ramai ikut memelihara jenis burung yang sama, dan hal itu tidak hanya dilakukan oleh para pemain lapangan saja tapi juga para penggemar burung rumahan juga mengikuti isu terkini tersebut.

Jika melihat dari asal habitatnya, Murai Batu (MB) ekor hitam (Black tail) banyak ditemukan dikepulauan-kepulauan kecil disekitar Pulau Sumatera dan Aceh.

Semua jenis Murai Batu (MB) ekor hitam (Black tail) dari semua wilayah rata-rata mempunyai ukuran badan yang relatif sama, ialah tidak terlalu besar. Panjang ekornya rata-rata sekitar 10-12 cm, tapi ada juga yang mempunyai panjang ekor 14-16 cm dan ada juga yang lebih panjang dan biasa dinamakan Murai Batu Nias Raja.

Murai Batu (MB) ekor hitam (Black tail) mempunyai ciri khas masing-masing sesuai kawasan asalnya, contohnya saja:

• Murai Batu (MB) ekor hitam asal Nias mempunyai bentuk ekor hitam yang sangat mulus.

• Murai Batu (MB) ekor hitam asal Sinabang mempunyai ukuran badan agak kecil, kepala kecil, dan ukuran ekor yang paling pendek di antara Murai Batu ekor hitam lainnya.

• Murai Batu (MB) ekor hitam asal Pulau Lasia mempunyai ukuran badan lebih besar serta ukuran ekor yang agak panjang, dan bila dilihat pada bab ekornya terdapat noktah putih yang hanya terlihat pada bab dalam bulu ekor dibagian ujungnya.

• Murai Batu (MB) ekor hitam asal Lempuyang pada ke enam helai bulu ekornya mempunyai dua jenis warna ialah tiga pasang bulu ekor berwarna hitam polos dan tiga pasang bulu ekor lainnya terdapat noktah putih yang berdiameter sekitar 1 cm pada ujung ekornya.

• Murai Batu (MB) ekor hitam asal Sabang mempunyai ukuran ekor lebih panjang seolah-olah dengan Murai Batu ekor hitam asal Lempuyang.

Secara umum, dari semua jenis Murai Batu (MB) ekor hitam (Black tail) tersebut mempunyai beberapa kelebihan pada Mental fighternya yang tangguh, performa tarung yang stabil, bunyi tembus melengking dengan banyak variasi, dan semakin bertambah usianya maka kualitas suaranya akan semakin anggun dan sulit untuk ditandingi oleh jenis Murai Batu ekor putih (White tail).

Dulu, Murai Batu (MB) ekor hitam (Black tail) sempat mendapat stigma negatif bahwa Murai Batu jenis ini sulit untuk bisa menjuarai lomba, sehingga menciptakan Murai Batu ekor hitam ditinggalkan oleh banyak penggemarnya dan jarang terlihat tampil pada ajang lomba burung kicau.

Namun kini, anggapan negatif tersebut telah terbantahkan dengan banyaknya Murai Batu (MB) ekor hitam (Black tail) yang bisa berprestasi di event-event lomba bergengsi kelas Nasional.

Baca juga:

Mengenal ciri-ciri dan kelebihan Murai Batu Lampung

Murai Batu trotolan hutan vs Murai Batu trotolan penangkaran

Ciri-ciri perbedaan Murai Batu (MB) jantan dan betina trotolan

Demikian isu ihwal "Kelebihan dan kekurangan Murai Batu ekor hitam (Black tail)". Untuk isu lain seputar Murai Batu (MB), sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Murai Batu (MB) Nias

Mengenal Ciri-Ciri Dan Kelebihan Murai Watu Lampung

Murai Batu (MB) Lampung mempunyai ciri-ciri yang hampir sama dengan Murai Batu asal Sumatera lainnya. Hanya saja, ukuran ekor Murai Batu Lampung cenderung lebih pendek dari Murai Batu Medan atau Murai Batu Aceh, walaupun ada juga Murai Batu Lampung yang mempunyai ekor cukup panjang yang biasa disebut dengan istilah Murai Batu Lampung super.

Tapi berbeda dengan ekor Murai Batu (MB) Medan yang bentuknya melengkung pada ujungnya, ekor Murai Batu Lampung bentuknya lurus dari pangkal hingga ujung ekornya dan tidak mekar.

Ukuran ekor Murai Batu (MB) Lampung yang pendek tersebut justru memperlihatkan laba tersendiri alasannya ialah menciptakan Murai Batu Lampung sanggup bergerak lebih atraktif ketika sedang bertarung dan tidak membuatnya cepat lelah alasannya ialah tidak terbebani oleh ekornya.

Namun ada dua pendapat ihwal ukuran ekor Murai Batu (MB) Lampung yang pendek tersebut. Ada yang beropini kalau ukuran ekor yang lebih pendek tersebut ialah laba dari Murai Batu Lampung alasannya ialah akan mengurangi bebannya ketika memainkan ekornya, sehingga staminanya tidak cepat terkuras, dan ada juga yang beropini kalau ekor yang pendek tersebut ialah kekurangan dari Murai Batu Lampung alasannya ialah kalau dilihat secara fisik penampilannya menjadi kurang menarik.

Murai Batu (MB) asal Sumatera memang ada beberapa jenis sesuai asal daerahnya, ibarat dari Lampung, Jambi, Aceh dan dari kawasan lainnya. Untuk teladan ekor, masing-masing Murai Batu Sumatera rata-rata mempunyai motif yang hampir sama, yaitu seluruh ekor putih bab dalam mempunyai corak hitam yang tegas dan tembus hingga batang lidinya.

Jenis teladan ekornya sendiri cukup beragam, ada yang berbentuk sudut lekukan dan ada juga yang motifnya tidak beraturan, dan biasanya disebut dengan teladan U, V, W dan lainnya.

Murai Batu (MB) Lampung mempunyai stamina yang tangguh dan juga mental yang manis ketika bertarung kalau dirawat dan dilatih dengan sempurna tentunya. Tapi Murai Batu Lampung mempunyai kelemahan pada variasi lagunya yang cenderung mengulang-ulang nada yang sama/kurang variatif.

Tapi kekurangan tersebut bisa diatasi dengan pemasteran yang sempurna dan konsisten tentunya, sehingga Murai Batu (MB) Lampung juga sanggup mempunyai bahan lagu yang lebih bervariasi.

Keunggulan yang menonjol dari Murai Batu (MB) Lampung ialah pada staminanya yang tangguh ketika bertarung dan tidak cepat lelah walaupun terus berkicau dalam waktu yang lama. Tapi untuk gaya tarungnya memang tidak seindah Murai Batu ekor panjang yang sanggup mencambuk-cambukkan ekornya. 

Ciri-ciri fisik Murai Batu (MB) Lampung:

Murai Batu (MB) Lampung mempunyai postur badan yang sedikit lebih besar dari Murai Batu Medan atau Murai Batu Aceh, tapi perbedaan dari segi fisik yang paling gampang dikenali ialah pada bab ekornya yang pendek dan lurus. Kalau dari bentuk fisik lainnya secara keseluruhan memang agak sulit untuk membedakan Murai Batu Lampung dengan Murai Batu lainnya alasannya ialah memang hampir sama.

Ciri lainnya dari Murai Batu (MB) Lampung ialah pada gaya tarungnya yang menaik turunkan kepalanya ibarat mencangkul ibarat dengan gaya tarung Murai Batu Borneo, hanya saja Murai Batu Lampung yang orisinil tidak menggembungkan bulu dadanya ketika bertarung.

Kelebihan Murai Batu (MB) Lampung:

Selain mempunyai stamina yang tangguh, Murai Batu (MB) Lampung bekerjsama juga mempunyai bunyi kicauan yang tidak kalah manis dengan jenis Murai Batu asal Sumatera lainnya, asalkan rutin dilakukan pemasteran maka variasi lagunya juga sanggup bersaing dengan Murai Batu jenis lainnya.

Kekurangan Murai Batu (MB) Lampung:

Selain bahan lagunya yang cenderung monoton, ada satu hal lagi yang menciptakan Murai Batu (MB) Lampung kurang disukai para penggemar Murai Batu, yaitu Mental fighternya yang lemah, alasannya ialah kalau bertemu lawan yang lebih dominan, maka Murai Batu Lampung akan eksklusif down mentalnya.

Jadi, untuk mengikut sertakan Murai Batu (MB) Lampung ke arena lomba, maka burung harus sudah benar-benar matang secara mental, dan minimal sudah terbiasa mengikuti Latber.

Baca juga:

Murai Batu trotolan hutan vs Murai Batu trotolan penangkaran

Ciri-ciri perbedaan Murai Batu (MB) jantan dan betina trotolan

Perbedaan Murai Batu Medan super (Lokal) dan Murai Batu import

Demikian informasi ihwal "Mengenal ciri-ciri dan kelebihan Murai Batu Lampung". Untuk informasi lain seputar Murai Batu (MB), sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Murai Batu (MB) Lampung

Kamis, 26 Februari 2009

Murai Kerikil Trotolan Hutan Vs Murai Kerikil Trotolan Penangkaran

Murai Batu (MB) trotolan, baik itu trotolan hutan maupun trotolan dari penangkaran yakni sebutan untuk anakan Murai Batu yang masih berusia dibawah 5 bulan. Pada usia tersebut anakan Murai Batu sedang dalam masa menjelang pergantian bulu, dari bulu trotol menjadi dewasa.

Murai Batu (MB) trotolan hutan yakni anakan Murai Batu yang berasal dari tangkapan hutan yang merupakan hasil perkembang biakan alami dari indukan Murai Batu di alam liar.

Sedangkan Murai Batu (MB) trotolan dari penangkaran/peternakan yakni anakan Murai Batu yang dihasilkan dari campur tangan Manusia (Peternak) dalam menjodohkan indukannya.

Pada usia yang sama, kedua jenis trotolan Murai Batu (MB) tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karakter dan perilakunya juga sangat berbeda dan hal itu disebabkan lantaran faktor lingkungan dimana keduanya berguru dan berkembang.

Faktor lingkungan memang sangat kuat terhadap pembentukan mental, karakter, dan sikap dari anakan/trotolan Murai Batu (MB). Karena anakan Murai Batu akan berguru dan berkembang dari lingkungan dimana mereka tinggal.

Dari situ kita bisa mengambil kesimpulan wacana kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis trotolan Murai Batu (MB) tersebut untuk membandingkan dan menentukan jenis trotolan mana yang sesuai dengan selera kita untuk dipelihara.

Dan berikut ini yakni beberapa kelebihan dan kekurangan dari Murai Batu (MB) trotolan hutan dan ternakan:

Kelebihan Murai Batu (MB) trotolan hutan:

Karena berasal dari lingkungan hutan dengan kehidupan yang keras dan perubahan cuaca/iklim yang dialaminya, serta persaingan perebutan wilayah dan sumber masakan dengan burung-burung lainnya selama berada dihabitat aslinya, menciptakan mental dan fisik Murai Batu (MB) trotolan hutan menjadi sangat tangguh, tidak gampang terjangkit penyakit dan bisa bertahan disegala kondisi.

Murai Batu (MB) trotolan hutan terlatih untuk bisa bertahan hidup dilingkungan yang keras dengan aneka macam ancaman dan ancaman dari predator yang mengancam setiap ketika serta persaingan dengan sesama Murai Batu lainnya. Hal itu mengakibatkan Murai Batu trotolan hutan lebih berangasan serta mempunyai huruf fighter yang kuat.

Kelebihan lain dari Murai Batu (MB) trotolan hutan atau Muda Hutan (MH) yakni pada kualitas kicauanya yang lebih alami dan bervariasi dengan isian bunyi hutan (suara alas) yang dipelajari dari induknya dan juga dari suara-suara lain disekitarnya ketika masih berada di alam bebas.

Hal itu menciptakan Murai Batu (MB) trotolan hutan mempunyai bunyi isian alami hutan (suara alas) yang lebih bervariasi dibandingkan Murai Batu ternakan, sehingga meskipun usianya masih dibawah 5 bulan tapi kemampuan berkicaunya sudah sangat bagus.

Kekurangan Murai Batu (MB) trotolan hutan:

Karena habitat aslinya yakni hutan rimba yang jarang dilalui Manusia, Murai Batu (MB) trotolan hutan atau Muda Hutan (MH) mempunyai huruf yang sangat liar dan sulit untuk dijinakkan, lantaran selama dihutan sama sekali tidak pernah berinteraksi dengan Manusia.

Pakan alami Murai Batu (MB) trotolan hutan atau Muda Hutan (MH) dihabitat aslinya yakni serangga, ulat, cacing, dan binatang-binatang kecil lainnya. Murai Batu trotolan hutan sudah terbiasa mengkonsumsi jenis pakan alami yang tersedia melimpah dihabitat aslinya, sehingga ketika kita pelihara maka harus dilatih supaya ngevoer terlebih dulu untuk mempermudah perawatan hariannya.

Selain itu, Murai Baru (MB) trotolan hutan atau Muda Hutan (MH) rentan sekali mengalami stres, lantaran harus berpindah daerah di lingkungan gres yang abnormal dan sangat berbeda dengan suasana dihabitat aslinya.

Kelebihan Murai Batu (MB) trotolan dari penangkaran:

Meskipun tidak mempunyai bunyi kicauan dasar yang alami (suara alas), tetapi Murai Batu (MB) trotolan penangkaran lebih gampang dibuat lantaran rata-rata Murai Batu trotolan dari penangkaran sudah jinak. Karena dari kecil Murai Batu tersebut sudah terbiasa berinteraksi dengan Manusia sebagai perawatnya, apalagi jikalau semenjak menetas sudah diloloh oleh Manusia tentunya akan lebih jinak dan sudah terbiasa mengkonsumsi voer sebagai pakan utamanya (sudah ngevoer).

Murai Batu (MB) trotolan dari penangkaran juga lebih gampang dimaster dengan suara-suara masteran yang kita inginkan. Apalagi jikalau tujuan kita memelihara Murai Batu tersebut yakni untuk dilombakan, tentunya materi isiannya bisa kita sesuaikan dengan isu terkini bunyi isian yang sesuai dengan kriteria penilain lomba burung kicau ketika ini.

Kekurangan Murai Batu (MB) trotolan dari penangkaran:

Karena karakternya yang jinak, kadang Murai Batu (MB) dari penangkaran menjadi manja jikalau contoh perawatannya tidak tepat. Selain itu, lantaran lingkungannya yakni lingkungan Manusia dengan aneka macam macam bunyi yang bisa direkamnya, menciptakan bunyi kicauan Murai Batu trotolan penangkaran rawan tercampur dengan bunyi binatang-binatang lain ibarat kucing, ayam, tokek, dan lainnya yang tidak kita inginkan. Hal ini terang tidak baik lantaran akan merusak keaslian dari bunyi Murai Batu tersebut.

Kekurangan lainnya dari Murai Batu (MB) penangkaran yakni daya tahan badan dan staminanya yang tidak setangguh Murai Batu trotolan hutan. Karena pada awal-awal masa pertumbuhannya, Murai Batu dari penangkaran tidak mendapat nutrisi yang lengkap dari induknya, dan hanya mengandalkan sajian pakan yang disediakan oleh peternak yang tentunya tidak bisa memenuhi semua kebutuhan nutrisi dari Murai Batu tersebut.

Berbeda dengan Murai Batu (MB) trotolan hutan yang dirawat induknya dan mendapat semua nutrisi alami yang diperlukan selama masa pertumbuhannya, tentu akhirnya akan jauh berbeda.

Untuk soal harga, Murai Batu (MB) trotolan penangkaran lebih mahal dari Murai Batu (MB) trotolan hutan atau Muda Hutan (MH).

Baca juga:

Ciri-ciri perbedaan Murai Batu (MB) jantan dan betina trotolan

Perbedaan Murai Batu Medan super (Lokal) dan Murai Batu import

Kunci sukses Murai Batu (MB) lapangan

Demikian sedikit isu wacana "Murai Batu trotolan hutan vs Murai Batu trotolan penangkaran". Untuk isu lain seputar Murai Batu (MB), sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

MB trotolan hutan dan MB trotolan ternak

Rabu, 25 Februari 2009

Mengenal Perbedaan Perkutut Lokal Dan Perkutut Bangkok

Jika dilihat sekilas, penampilan Perkutut Lokal dan Perkutut Bangkok hampir tidak ada bedanya. Tapi kalau diperhatikan lebih seksama sesungguhnya ada beberapa ciri-ciri yang membedakan antara Perkutut Lokal orisinil dengan Perkutut Bangkok. Ciri-ciri tersebut antara lain:

Ciri-ciri umum Perkutut Lokal:

• Jika diperhatikan, warna bulu Perkutut Lokal lebih didominasi warna coklat.

• Secara umum, postur badan Perkutut Lokal lebih kecil dibanding Perkutut Bangkok.

• Bentuk kepala Perkutut Lokal tampak lebih kecil dengan bentuk membulat dan leher yang lebih pendek.

• Perkutut Lokal mempunyai ekor yang agak panjang dan ujungnya lebih lancip.

• Terdapat garis-garis halus pada kepingan lehernya dan warna bulu dadanya terlihat lebih gelap.

• Selaput kulit pada lingkar mata Perkutut Lokal lebih kecil dan tipis dengan warna abu-abu sedikit kebiruan.

• Bentuk kaki Perkutut Lokal rata-rata lebih pendek dan berwarna ungu atau merah kehitaman.

• Rata-rata Perkutut lokal berasal dari tangkapan hutan, jadi kebanyakan Perkutut Lokal tidak menggunakan gelang kaki (ring).

• Suara Perkutut Lokal cenderung kecil dan tipis dengan irama yang cepat dan bunyi ujung (kung) yang kebanyakan patah.

Ciri-ciri umum Perkutut Bangkok:

• Warna dan corak bulu Perkutut Bangkok memang hampir sama dengan Perkutut Lokal, tapi kalau diperhatikan lebih seksama, warna bulu Perkutut Bangkok cenderung lebih cerah/coklat keputihan.

• Bentuk kepala Perkutut Bangkok tampak lebih besar dan papak dengan leher yang panjang.

• Perkutut Bangkok mempunyai ekor yang lebih pendek dengan ujung ekor yang tumpul/papak.

• Warna bulu pada kepingan dadanya lebih cerah.

• Selaput kulit disekitar mata lebih lebar dan tebal dengan warna yang lebih pucat.

• Warna kaki Perkutut Bangkok rata-rata merah keunguan dan lebih panjang.

• Perkutut Bangkok dihasilkan dari penangkaran, jadi rata-rata Perkutut Bangkok menggunakan gelang kaki (ring) sebagai identitas burung dan penangkarannya.

• Suara Perkutut bangkok cenderung lebih besar, tebal dan ngebass. Irama dan ketukannya juga terang dan serasi dengan bunyi ujung (kung) panjang dan ndlosor.

Sekarang ini para penggemar Perkutut lebih banyak yang menentukan untuk memelihara Perkutut Bangkok, alasannya sebab yang menjadi patokan sari bunyi Perkutut yaitu pada bunyi depan, bunyi tengah dan bunyi belakangnya.

Tarikan bunyi depan Perkutut Bangkok yang lebih panjang dengan bunyi yang jernih menjadi daya tarik utama dari Perkutut import tersebut.

Untuk memenuhi tuntutan para penggemar Perkutut, maka Perkutut Bangkok hadir sebagai balasan yang hasilnya justru menggusur popularitas Perkutut Lokal di Negeri sendiri.

Kualitas bunyi anggungannya menjadi ciri tersendiri dari Perkutut Bangkok yang terbukti lebih sanggup di andalkan daripada Perkutut Lokal.

Walaupun secara fisik sulit dibedakan dengan Perkutut Lokal sebab corak warna pada bulu-bulunya yang sangat mirip.  Dari segi suara, maka akan sangat gampang untuk membedakan keduanya.

Baca juga:

Ciri-ciri perbedaan Murai Batu (MB) jantan dan betina trotolan

Tips perawatan Jalak Putih/Jalak Pito semoga cepat gacor

Doping untuk Cucak ijo (CI) semoga semakin gacor dan ngentrok

Demikian sedikit warta perihal "Mengenal perbedaan Perkutut Lokal dan Perkutut Bangkok". Untuk warta lain seputar Perkutut, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Perkutut Lokal dan Perkutut Bangkok

Selasa, 24 Februari 2009

Ciri-Ciri Perbedaan Murai Kerikil (Mb) Jantan Dan Betina Trotolan

Sampai ketika ini Murai Batu (MB) masih menjadi primadona dikalangan Mania. Walaupun harganya tergolong cukup mahal, tapi tidak menyurutkan minat para penggemar burung ini untuk tetap memeliharanya. Tapi harga yang mahal tersebut memang sebanding dengan kualitas dari burung fighter berekor panjang ini.

Banyak penggemar burung ini yang lebih menentukan untuk memelihara Murai Batu (MB) dari trotolan daripada Murai Batu Muda Hutan (MH), alasannya alasannya yaitu Murai Batu yang dipelihara dari trotolan lebih gampang dibuat sesuai harapan kita dan juga lebih cepat jinak serta lebih cepat gacor alasannya yaitu dari kecil sudah terbiasa dengan lingkungan Manusia dan berinteraksi dengan Manusia.

Sedangkan Murai Batu (MB) Muda Hutan (MH) lebih sulit dibuat alasannya yaitu karakternya yang sangat liar dan membutuhkan waktu yang cukup usang biar Murai Batu Muda Hutan (MH) sanggup hingga mapan dan berani berkicau dengan lantang (ngeplong).

Tapi jikalau kita menentukan untuk memelihara Murai Batu (MB) trotolan, maka perlu kejelian untuk mengetahui jenis kelaminnya. Karena jikalau kita memelihara Murai Batu tersebut untuk tujuan dilombakan atau untuk dinikmati suaranya, maka kita harus menentukan yang berjenis kelamin jantan, alasannya yaitu hanya Murai Batu jantanlah yang sanggup berkicau merdu dan lantang dengan banyak variasi kicauan.

Dan berikut ini yaitu Ciri-ciri Murai Batu (MB) trotolan jantan dan betina yang sanggup dipakai sebagai panduan sebelum kita tetapkan untuk membeli dan memeliharanya.

Ciri-ciri Murai Batu (MB) trotolan jantan:

• Bentuk kepala tampak lebih lebar/ceper dan lebih besar dari pada yang betina.

• Mata terlihat lebih besar dan melotot dengan sorot mata yang tajam.

• Bentuk paruh lebih tebal dan lebih panjang. Kalau dilihat dari atas, bab pangkal paruhnya terlihat lebih lebar.

• Warna bulu hitamnya terutama pada bab kepala dan punggung terlihat lebih pekat/legam dan mengkilap kebiruan ketika terkena cahaya Matahari.

• Bulu pada bab dadanya berwarna kuning tegas/kontras dengan warna totol hitam dibagian lehernya berwarna hitam legam/pekat.

• Postur badan Murai Batu (MB) jantan trotolan rata-rata lebih besar/bongsor dan selalu bangun tegak membusungkan dada.

• Suara cetrekannya terdengar lebih ngebas, panjang dan kencang.

Ciri-ciri Murai Batu (MB) trotolan betina:

• Bentuk kepala tampak lingkaran dan lebih kecil dari yang jantan.

• Mata terlihat lebih kecil/sipit dengan sorot mata yang terkesan sayu.

• Paruh lebih tipis dan lancip kalo dilihat dari atas kepalanya.

• Warna bulu hitamnya terutama pada bab kepala dan punggung cenderung berwarna hitam keabu-abuan.

• Warna bulu dadanya tampak kuning pucat/pudar dan cenderung agak keputih-putihan.

• Garis-garis totol hitam dileher berwarna hitam keabu-abuan dan lebih pudar.

• Postur tubuhnya relatif lebih kecil dari yang jantan.

• Suara cetrekannya lebih lemah dan terdengar cempreng.

Ciri-ciri Murai Batu (MB) trotolan jantan dan betina di atas sanggup kita jadikan sebagai tumpuan ketika kita berniat memelihara Murai Batu trotolan, tapi tidak sanggup dipastikan akurat 100% alasannya yaitu ada faktor-faktor tertentu yang menghipnotis bentuk fisiknya, terutama faktor keturunan dari anakan Murai Batu tersebut.

Agar lebih aman, sebaiknya belilah Murai Batu (MB) trotolan pada pedagang atau penangkar yang sudah terpercaya biar kita mendapat jaminan bahwa Murai Batu trotolan yang kita beli tersebut benar-benar berjenis kelamin jantan, dan kalaupun Murai Batu (MB) trotolan yang kita beli tersebut sesudah kita pelihara ternyata berjenis kelamin betina, nantinya sanggup dikembalikan/ditukar jikalau sudah ada perjanjian sebelumnya.

Baca juga:

Perbedaan Murai Batu Medan super (Lokal) dan Murai Batu import

Kunci sukses Murai Batu (MB) lapangan

Cara merawat burung Cililin biar cepat gacor

Demikian info wacana "Ciri-ciri perbedaan Murai Batu (MB) jantan dan betina trotolan". Untuk informaai lain seputar Murai Batu (MB), sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Trotolan Murai Batu (MB) jantan dan betina

Senin, 23 Februari 2009

Tips Perawatan Jalak Putih/Jalak Pito Biar Cepat Gacor

Jalak Putih/Jalak Pito yaitu salah satu burung yang mejadi favorit para penghobi burung di tanah air. Jalak Putih/Jalak Pito termasuk jenis burung hias alasannya yaitu warna bulu dan bentuk fisiknya yang indah. Tapi burung ini juga termasuk jenis burung kicauan alasannya yaitu suaranya juga anggun dan sanggup menirukan bunyi dari burung-burung lain serta suara-suara lain yang sering didengarnya, sama menyerupai halnya Jalak Suren Jawa/Jalak Suren Lokal yang merupakan burung isian.

Tapi kalau dibandingkan dengan Jalak Suren Jawa (Lokal), Jalak Putih/Jalak Pito mempunyai kelebihan pada bentuk fisiknya yang indah serta gaya berkicaunya yang lebih atraktif. Maka tidak heran kalau harga Jalak Putih/Jalak Pito lebih mahal dari Jalak Suren Jawa (Lokal).

Jalak Putih/Jalak Pito termasuk burung yang cerewet, sama menyerupai kebanyakan burung jenis Jalak lainnya, kalau dirawat dengan baik niscaya akan gacor sepanjang hari.

Perawatan harian Jalak Putih/Jalak Pito supaya cepat gacor:

• Sebaiknya pilih Jalak Putih/Jalak Pito yang berjenis kelamin jantan alasannya yaitu bunyi kicauannya lebih anggun dan lebih bervariasi. Walaupun Jalak Putih/Jalak Pito betina juga sanggup gacor, tapi bunyi kicauannya cenderung lebih tipis dan monoton.

• Embunkan Jalak Putih/Jalak Pito setiap pagi supaya burung menghirup udara segar dan menikmati suasana pagi hari yang menjadi waktu favorit bagi burung-burung liar untuk berkicau.

• Jika cuaca cerah, mandikan Jalak Putih/Jalak Pito setiap hari sekitar jam 07.00 atau 08.00 pagi dengan menggunakan sprayer atau mandikan dibak keramba sesuai kebiasaan. Campurkan shampo khusus untuk burung sesuai dosis pada kemasannya kedalam air sprayer agar bulunya tetap lembut, halus dan cerah serta untuk mencegah sekaligus membasmi kutu dan bakteri pada bulu Jalak Putih/Jalak Pito.

• Sambil menunggu Jalak Putih mandi, kandangnya dibersihkan dari semua kotoran dan siapkan pakannya berupa voer dan buah-buahan menyerupai pepaya atau pisang. Sebelum diberikan, terlebih dulu permukaan pisang atau pepaya di olesi dengan madu murni untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Jalak Putih/Jalak Pito. Ganti air minumnya dengan yang gres setiap hari alasannya yaitu Jalak Putih sangat suka bermain air didalam cepuk.

• Setelah simpulan dimandikan, burung di angin-anginkan terlebih dulu untuk mengeringkan bulu-bulunya. Berikan jangkrik sebanyak 5 ekor dan ulat hongkong (UH) 10 ekor sebagai Ekstra fooding (EF) hariannya.

• Setelah semua bulu-bulunya kering, kemudian lakukan penjemuran selama kurang lebih satu jam kalau kondisi cuaca sangat terik, tapi kalau kondisi cuaca tidak begitu terik, penjemuran sanggup dilakukan lebih dari satu jam.

• Setelah simpulan dijemur, kemudian burung digantang ditempat yang teduh dan berikan kroto segar sebanyak 1 cepuk. Kroto sanggup diberikan 2-3 kali seminggu untuk menaikkan birahinya sehingga burung menjadi lebih rajin bunyi.

• Berikan vitamin khusus untuk burung kicau yang diteteskan pada air minumnya seminggu sekali untuk menjaga kondisi Jalak Putih supaya selalu fit dan rajin berkicau.

• Lakukan pemasteran untuk menambah variasi bunyi Jalak Putih/Jalak Pito. Pemasteran sanggup memakai burung-burung masteran dan sanggup juga dengan memakai bunyi Mp3.

Tapi supaya lebih efektif, pemasteran sebaiknya dengan memakai burung-burung masteran dengan cara menggantang Jalak Putih/Jalak Pito bersama dengan burung-burung masteran yang kita sukai setiap harinya.

• Pada sore hari kandangnya kembali dibersihkan, alasannya yaitu Jalak Putih/Jalak Pito nafsu makannya cukup rakus sama menyerupai jenis Jalak lainnya sehingga kotorannya juga cukup banyak dan cepat menumpuk didasar kandang. Setelah kandangnya dibersihkan, berikan jangkrik 5 ekor dan juga ulat hongkong (UH) sebanyak 10 ekor, kemudian burung di angin-anginkan dulu sebentar kemudian dikerodong untuk istirahat.

Agar Jalak Putih/Jalak Pito cepat gacor, burung harus dibentuk nyaman dengan lingkungan dan juga kandangnya. Sebaiknya Jalak Putih/Jalak Putih ditempatkan dikandang yang berukuran agak besar supaya burung merasa nyaman an sanggup lebih leluasa bergerak.

Baca juga:

Ciri-ciri Jalak Putih/Jalak Pito jantan dan betina

Doping untuk Cucak ijo (CI) supaya semakin gacor dan ngentrok

Perawatan Kapas tembak supaya sanggup gacor dan buka ekor

Demikian warta ihwal "Tips perawatan Jalak Putih/Jalak Pito supaya cepat gacor". Untuk warta lain seputar burung Jalak, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Jalak Putih/Jalak Pito

Minggu, 22 Februari 2009

Doping Untuk Cucak Ijo (Ci) Biar Semakin Gacor Dan Ngentrok

Agar Cucak Ijo (CI) semakin gacor, ngentrok dan bongkar isian, maka selain diberikan pakan buah-buahan dan ekstra fooding (EF) secara rutin, Cucak Ijo juga perlu diberikan doping semoga lebih gacor, lebih ngotot dan bongkar isian.

Doping khusus untuk Cucak Ijo (CI) tersebut sanggup kita racik sendiri memakai bahan-bahan alami, atau bahan-bahan dari minuman kemasan/minuman penyegar brand tertentu untuk Manusia yang sanggup kita manfaatkan sebagai pelengkap untuk Cucak Ijo dengan porsi yang disesuaikan.

Berikut ini beberapa doping untuk Cucak ijo (CI) yang sanggup kita buat sendiri:

• Madu

Gunakan madu murni, campurkan dengan air hangat dan ditaruh dalam cepuk kecil kemudian berikan pada Cucak Ijo (CI), air minum tetap diberikan alasannya yaitu adonan air dan madu tersebut hanya berfungsi sebagai pelengkap saja. Campuran air dan madu murni cukup diberikan seminggu sekali saja untuk menambah stamina Cucal ijo semoga semakin gacor.

• Gula asam

Rebus buah asam jawa dengan sedikit air, campurkan air rebusan asam jawa tersebut dengan gula merah/gula jawa, kemudian dinginkan dulu air adonan tersebut kemudian ditaruh dalam cepuk kecil untuk diberikan pada Cucak Ijo (CI). Berikan ramuan jamu gula asam tersebut seminggu sekali untuk menjaga kondisi fisik dan menbah stamina Cucak ijo semoga semakin gacor dan ngentrok.

• Oceana

Berikan minuman penyegar brand Oceana pada pagi hari sesudah Cucak Ijo (CI) jawaban dijemur dan diangin-anginkan.

Cara penyajiannya:

Tuangkan Oceana kedalam cepuk ukuran kecil secukupnya, kemudian teteskan madu murni sebanyak 3-4 tetes.

Pemberian larutan Oceana+Madu sebaiknya jangan berlebihan semoga Cucak Ijo (CI) tidak keasyikan minum Oceana+Madu saja, sehingga mengakibatkan Cucak Ijo tidak mau memakan buah yang kita sediakan.

Air minumnya tetap diberikan, alasannya yaitu larutan Oceana+Madu tersebut hanya berfungsi sebagai pelengkap tambahan saja. Berikan larutan Oceana+Madu setiap hari selama tiga hari berturut-turut dan untuk selanjutnya cukup diberikan tiga kali dalam seminggu saja. Jika dirasa kondisi Cucak Ijo (CI) sudah lebih gacor, sebaiknya pertolongan larutan Oceana+Madu tersebut dihentikan.

Baca juga:

Perawatan khusus untuk Cucak Ijo (CI) mabung

Perawatan Kapas tembak semoga sanggup gacor dan buka ekor

Manfaat daun Ginseng Jawa untuk Kenari

Demikian gosip ihwal "Doping untuk Cucak ijo (CI) semoga semakin gacor dan ngentrok". Untuk gosip lain seputar Cucak ijo (CI), sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Cucak ijo (CI)

Perawatan Kapas Tembak Biar Dapat Gacor Dan Buka Ekor

Kapas Tembak (KT) ialah burung masteran yang banyak dicari dan dipelihara oleh para Mania untuk dijadikan sebagai masteran sekaligus juga untuk dilombakan.

Suara tembakan rapat dan crecetan tajam dari Kapas Tembak memang terdengar sangat lebih banyak didominasi ketika dinyanyikan oleh burung jenis lain di arena lomba burung kicau. Maka tidak heran kalau banyak pemain lapangan yang mengandalkan bunyi Kapas Tembak untuk melengkapi bahan isian gacoannya.

Kapas Tembak ialah jenis burung pemakan buah-buahan dan serangga. Sama ibarat Cucak Jenggot, burung ini sangat gampang dipelihara alasannya sanggup menyesuaikan diri dengan cepat pada lingkungan barunya. Bentuk fisik dan bunyi Kapas Tembak juga sangat ibarat dengan Cucak Jenggot.

Kelebihan Kapas Tembak dari Cucak Jenggot ialah pada suaranya yang lebih tajam dan lebih rapat serta mempunyai gaya buka ekor ketika berkicau, sehingga menciptakan Kapas Tembak terlihat lebih gagah dan atraktif ketika berkicau, serta mempunyai mental fighter yang lebih tangguh dibanding Cucak Jenggot.

Seperti halnya gaya buka sayap (nggaruda) pada Trucukan, dan gaya ngentrok pada Cucak Ijo (CI), gaya buka ekor pada Kapas Tembak juga merupakan sikap burung ini dalam menjaga wilayah teritorialnya. Dengan berkicau sambil buka ekor, Kapas Tembak seolah ingin memperlihatkan bahwa dialah yang menguasai wilayah tersebut.

Hampir semua Kapas Tembak akan memperlihatkan gaya/perilaku buka ekor apabila kondisi burung sudah memenuhi berberapa kriteria berikut ini:

• Kapas Tembak dalam kondisi fisik yang fit,  tidak kurang gizi dan tidak dalam kondisi mabung/ngurak serta tidak dalam kondisi sedang sakit.

• Burung sudah mapan dan sudah gacor.

• Kapas Tembak yang sudah remaja lebih sering memperlihatkan gaya/perilaku buka ekor, sedangkan gaya/perilaku buka ekor yang ditunjukkan oleh Kapas Tembak yang masih muda ialah sikap dimana burung dalam tahap mempelajari kondisi lingkungan sekitarnya. Misalnya, ada burung remaja didekatnya yang terlihat bergaya buka ekor, maka Kapas Tembak muda tersebut biasanya akan mengikuti gaya buka ekor dari Kapas Tembak remaja tersebut.

Kapas Tembak yang berkicau sambil bergaya buka ekor memang terlihat lebih gagah dan atraktif, apalagi kalau hal itu ditunjukkan pada ketika dilombakan, maka sanggup dipastikan akan memperlihatkan nilai tambah untuk Kapas Tembak tersebut.

Untuk melatih Kapas Tembak semoga mau buka ekor sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan selalu menjaga kondisi kesehatan Kapas Tembak dan juga sering melatihnya dengan mempertemukan Kapas tembak tersebut dengan Kapas Tembak yang sudah lebih mapan setidaknya seminggu sekali.

Sedangkan untuk perawatan harian semoga Kapas Tembak gacor sebenarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan burung-burung pemakan buah lainnya ibarat Cucak Jenggot, Cucak Ijo (CI) dan Trucukan.

Perawatan harian Kapas Tembak semoga cepat gacor:

• Setiap jam 05.00 pagi embunkan Kapas Tembak untuk menghirup udara segar, alasannya suasana pagi hari ketika Matahari mulai terbit merupakan waktu paling favorit bagi burung-burung di alam liar untuk berkicau, jadi tujuan utama dari pengembunan ialah untuk mengingatkan burung pada suasana alami dihabitat aslinya semoga burung terpancing untuk berkicau.

• Jam 07.00 pagi burung dimandikan dengan menggunakan semprotan atau menggunakan cepuk semoga burung mandi sendiri. Akan lebih baik lagi kalau dibiasakan untuk mandi dibak keramba.

• Bersihkan kandangnya kemudian sediakan pisang atau pepaya dan ganti air minumnya dengan yang baru. Sebelum diberikan pada burung, sebaiknya permukaan pisang atau pepaya diolesi dengan madu murni terlebih dulu untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Kapas Tembak.

• Setelah tamat mandi, angin-anginkan dulu untuk mengeringkan bulu-bulunya. Berikan jangkrik 3 ekor, ulat hongkong (UH) 3 ekor, dan kroto segar cukup diberikan seminggu dua kali saja dengan porsi satu cepuk untuk sekali pemberian.

• Setelah semua bulu-bulunya kering, gres dijemur secukupnya saja hingga burung terlihat mangap dan gelisah. Pada ketika dijemur sebaiknya voer, buah dan air minumnya tetap diberikan.

• Setelah tamat dijemur, gantang Kapas Tembak ditempat yang teduh, usahakan ditempatkan didekat bunyi gemercik air semoga burung merasa nyaman dan terpancing untuk berkicau.

• Sore harinya sangkar dibersihkan lagi, berikan jangkrik 3 ekor dan ulat hongkong (UH) 3 ekor. Setelah selesai, kemudian burung dikerodong untuk istirahat.

Lakukan perawatan tersebut secara konsisten semoga Kapas Tembak cepat gacor dan buka ekor.

Baca juga:

Perbedaan Cucak Jenggot dan Kapas Tembak

Cara menghilangkan kebiasaan salto pada Kacer

Perawatan khusus untuk Cucak Ijo (CI) mabung

Demikian warta wacana "Perawatan Kapas tembak semoga sanggup gacor dan buka ekor". Untuk warta lain seputar Kapas Tembak, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Kapas Tembak buka ekor

Sabtu, 21 Februari 2009

Perbedaan Cucak Jenggot Dan Kapas Tembak

Jika dilihat sekilas, antara Cucak Jenggot (CJ) dan Kapas Tembak (KT) memang tampak sangat mirip, tapi jikalau diperhatikan dengan lebih seksama maka akan terlihat beberapa perbedaan yang cukup mencolok antara keduanya, dari mulai bentuk fisik, warna bulu, suara, dan karakteristiknya.

Ciri-ciri Cucak Jenggot (CJ) yang paling menonjol terletak pada bulu dibagian bawah paruhnya (jenggot) dan jambul dikepalanya yang terlihat sangat terang (njegrak). Warna bulu Cucak Jenggot secara keseluruhan didominasi warna coklat kehijauan, tapi pada bab dada pada umumnya berwarna putih kekuningan dan dengan semakin bertambahnya umur, maka warna kuning pada bab dadanya akan semakin memudar.

Sedangkan ciri-ciri dari Kapas Tembak (KT) diantaranya, mempunyai warna bulu keseluruhan didominasi warna abu-abu atau coklat renta dengan bulu pada bab dadanya cenderung berwarna putih keabu-abuan. Sedangkan bulu dibagian bawah paruhnya (jenggot) serta jambul dikepalanya tidak menonjol (tidak njegrak).

Suara Kapas Tembak (KT) cenderung lebih tajam dan lebih rapat jikalau dibandingkan dengan bunyi Cucak jenggot (CJ).

Setelah memperhatikan ciri-ciri dari kedua jenis burung tersebut, maka sanggup dilihat beberapa ciri-ciri yang sanggup kita jadikan pembeda dari Cucak Jenggot dan Kapas Tembak, diantaranya:

• Warna bulu Cucak Jenggot keseluruhannya didominasi warna coklat kehijauan, sedangkan warna bulu Kapas Tembak keseluruhannya didominasi warna abu-abu atau coklat tua.

• Bulu pada bab dada Cucak Jenggot cenderung berwarna putih kekuningan, sedangkan bulu pada bab dada Kapas Tembak cenderung berwarna putih keabu-abuan atau coklat tua.

• Bulu dibagian bawah paruh (jenggot) dan jambul pada Cucak Jenggot terlihat sangat terang (njegrak), sedangkan bulu dibagian bawah paruh (jenggot) dan jambul pada Kapas Tembak tidak terlalu menonjol (tidak njegrak).

• Cucak Jenggot mempunyai kemampuan mengikuti keadaan dengan lingkungan gres yang sangat baik, sedangkan Kapas Tembak mempunyai mental fighter yang kuat, sehingga jikalau keduanya di trek/di adu, rata-rata Kapas Tembak akan lebih unggul dibanding Cucak Jenggot.

• Pada umumnya, untuk Cucak Jenggot yang elok dan sering dilombakan yakni yang berjenis kelamin betina, sedangkan untuk Kapas Tembak, baik jantan maupun betina sama-sama biasa dilombakan.

• Karakter bunyi dari Cucak Jenggot cenderung lebih bergairah dan lebih banyak variasi, sedangkan bunyi Kapas Tembak cenderung lebih tajam dan lebih rapat.

Baca juga:

Ciri-ciri Jalak Putih/Jalak Pito jantan dan betina

Perbedaan Murai Batu Medan super (Lokal) dan Murai Batu import

Mengenal jenis-jenis Kacer serta kelebihan dan kekurangannya

Demikian warta ihwal "Perbedaan Cucak Jenggot dan Kapas Tembak". Untuk warta lain seputar Cucak Jenggot dan Kapas Tembak, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Cucak Jenggot dan Kapas Tembak

Jumat, 20 Februari 2009

Cara Menghilangkan Kebiasaan Salto Pada Kacer

Salto merupakan salah satu sikap negatif Kacer yang sangat tidak disukai oleh para Kacer Mania, baik yang hanya memelihara Kacer untuk rumahan ataupun yang tujuananya untuk dilombakan.

Untuk Kacer rumahan sesungguhnya sikap salto tersebut tidak terlalu masalah, lantaran tujuannya hanya untuk didengarkan suaranya saja. Tapi pada kenyataannya, Kacer rumahan juga kurang diminati kalau mempunyai kebiasaan salto, lantaran kebiasaan salto tersebut ternyata akan mengurangi nilai jualnya ketika akan dijual.

Sedangkan untuk Kacer lapangan, sikap salto memang menjadi duduk kasus yang sangat serius lantaran akan menghipnotis penilaian juri ketika Kacer tersebut dilombakan. Sebab selain tidak yummy dilihat, salto juga akan menciptakan Kacer menjadi cepat lelah dan cenderung ngetem ketika dilombakan dan tentunya akan sangat menghipnotis penilaian dari para juri.

Untuk menangani kebiasaan salto pada Kacer dengan tepat, maka kita harus mengetahui terlebih dulu apa yang menjadi faktor pemicu yang mengakibatkan Kacer tersebut salto dengan cara memantau perilakunya pada ketika apa atau pada ketika kenapa Kacer tersebut melaksanakan salto serta mengevaluasi perawatan harian yang kita lakukan selama ini secara detail.

Secara umum kebiasaan salto pada Kacer sanggup di atasi dengan beberapa cara, tentunya cara atau threatment yang kita lakukan harus diubahsuaikan dengan faktor pemicu timbulnya sikap salto pada Kacer tersebut.

Berikut ini ialah beberapa penyebab Kacer salto dan cara mengatasinya:

1. Kacer salto lantaran menggandakan burung lain

Jika Kacer salto disebabkan lantaran menggandakan sikap salto dari burung lain disekitarnya, maka penangananya ialah dengan cara segera menjauhkan atau menghindarkan Kacer tersebut dari burung-burung lain disekitarnya yang mempunyai kebiasaan salto, menyerupai misalnya: Cendet/Pentet, Pleci, Gelatik, Sirtu, Ciblek dan burung-burung lainnya yang suka melaksanakan gerakan salto semoga tidak menjadi kebiasaan pada Kacer. Sebab kalau terus-menerus dibiarkan maka sikap salto tersebut akan menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan.

Kalau burung-burung yang mempunyai kebiasaan salto tersebut ialah burung-burung yang kita jadikan sebagai burung masteran untuk Kacer, maka sebaiknya penempatannya harus di atur semoga Kacer tidak sanggup melihat burung-burung yang suka salto tersebut. Kondisikan semoga Kacer tidak melihat burung-burung tersebut tapi tetap sanggup mendengar suaranya dengan intonasi yang jelas. Caranya sanggup dibatasi memakai sekat atau sanggup juga dikerodong.

2. Kacer salto lantaran tidak nyaman dengan kandangnya

Jika sikap salto pada Kacer disebabkan lantaran burung merasa tidak nyaman dengan kandangnya, maka yang harus di atur ialah mengkondisikan sangkar dan perlengkapannya semoga Kacer merasa nyaman dengan suasana kandangnya. Karena kalau terus dibiarkan, maka sikap salto tersebut akan menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan.

Tapi kalau sikap salto tersebut sudah terlanjur menjadi kebiasaan, maka solusinya ialah dengan melaksanakan beberapa threatment berikut:

• Merubah posisi plangkringan/tenggeran menjadi bersilang atau menjadi sejajar diubahsuaikan dengan kondisi. Bisa juga dengan meninggikan posisi tangkringan atas untuk mempersempit ruang gerak Kacer untuk salto.

• Mengganti sangkar hariannya dengan sangkar lingkaran yang biasa dipakai untuk Murai Batu (MB) atau mengganti kandangnya dengan ukuran yang lebih besar semoga Kacer sanggup bergerak lebih leluasa.

• Menutup potongan atas sangkar pada potongan dalamnya dengan memakai mika atau kardus yang permukaanya licin semoga Kacer tidak sanggup mencengkeram jeruji potongan atas sangkar untuk melaksanakan salto.

• Memasang beberapa tali karet pada potongan atas sangkar sebagai jebakan semoga Kacer tidak berani melompat ke atas untuk melaksanakan gerakan salto.

3. Kacer salto lantaran merasa tertekan/terancam

Jika Kacer melaksanakan gerakan salto lantaran merasa tidak nyaman dengan lingkungannya lantaran merasa terancam atau tertekan, maka yang harus kita lakukan ialah menjauhkan hal-hal yang mengakibatkan Kacer tersebut merasa tidak nyaman sehingga melampiaskannya dengan cara salto.

Kondisi tidak nyaman tersebut sanggup disebabkan lantaran adanya predator menyerupai kucing atau tikus dan juga lantaran adanya burung-burung fighter lain disekitar kandangnya menyerupai Murai Batu (MB), Cendet/Petet atau Kacer lain yang mengakibatkan Kacer tersebut merasa tertekan dan gelisah.

Karena terbatasnya ruang gerak untuk melarikan diri, atau untuk melampiaskan emosinya lantaran terhalang jeruji sangkar, menimbulkan Kacer tersebut melampiaskannya dengan cara salto sebagai ungkapan dari perasaan frustasinya.

Jika hal ini terus dibiarkan maka akan mengakibatkan sikap salto tersebut menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan dan juga akan menimbulkan mental Kacer tersebut menjadi rusak lantaran merasa tertekan setiap harinya.

Solusinya tentu harus menjauhkan Kacer tersebut dari hal-hal yang membuatnya tertekan tersebut dan mengkondisikan lingkungan disekitar kandangnya menjadi senyaman mungkin untuk Kacer.

4. Kacer salto lantaran salah perawatan

Jika sikap salto pada Kacer disebabkan lantaran kurang tepatnya perawatan harian yang kita lakukan, maka solusinya ialah dengan cara mengevaluasi kembali perawatan yang kita lakukan selama ini.

• Kenali huruf Kacer momongan kita, lantaran dengan mengenali karakternya, apakah Kacer tersebut mempunyai huruf fighter tinggi atau mempunyai huruf fighter rendah maka kita sanggup memilih perawatan yang sempurna untuk Kacer momongan kita semoga tidak salah perawatan.

Perawatan mandi dan jemur yang tidak sempurna juga sanggup memicu timbulnya sikap salto pada Kacer. Misalnya, Kacer tipe fighter tinggi yang dijemur terlalu lama, biasanya akan melaksanakan salto kalau sudah tidak berpengaruh lagi menahan panas lantaran suhu tubuhnya sudah melampaui ambang batas normal. Akibatnya Kacer melaksanakan salto lantaran terbatasnya ruang gerak untuk sanggup berteduh dari sengatan panas matahari. Itulah pentingnya untuk mengenal huruf Kacer momongan kita terlebih dulu sebelum memilih perawatan hariannya.

• Jika ada indikasi Kacer tersebut Over Birahi (OB) maka penanganannya ialah dengan mengurangi porsi Ekstra fooding (EF) untuk settingan hariannya, terutama untuk santunan kroto dan ulat hongkong (UH), lantaran kedua jenis Ekstra fooding (EF) tersebut sangat berpotensi manaikkan birahi Kacer jikalau porsi pemberiannya tidak sempurna atau berlebihan.

• Umbar seminggu 2-3 kali semoga Kacer sanggup lebih leluasa bergerak. Pengumbaran sangat bermanfaat untuk melatih stamina Kacer dan juga untuk mengurangi tingkat birahi Kacer yang berlebihan. Manfaat lain dari pengumbaran ialah sebagai sarana refreshing semoga Kacer tidak stres lantaran sudah terlalu usang berada dikandang harian yang sempit.

Terapi sangkar umbaran juga cukup efektif untuk menghilangkan sikap salto pada Kacer. Caranya dengan mempatkan Kacer selama satu bulan full dikandang umbaran dan melaksanakan semua aktifitas hariannya dikandang umbran tersebut semoga Kacer lupa pada suasana sangkar hariannya dan juga lupa pada kebiasaannya melaksanakan salto.

Tapi pada ketika melaksanakan terapi dikandang umbaran, tetap lakukan interaksi setiap hari dengan Kacer semoga nantinya tidak menjadi terlalu giras.

Baca juga:

Mengenal jenis-jenis Kacer serta kelebihan dan kekurangannya

Kelebihan Kacer Wulung Raja dibanding Kacer jenis lain

Ciri-ciri materi Kacer yang prospek lapangan

Demikian informasi wacana "Cara menghilangkan kebiasaan salto pada Kacer". Untuk informasi lain seputar Kacer, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Kacer Poci

Kamis, 19 Februari 2009

Manfaat Daun Krokot Untuk Kenari

Krokot yaitu tanaman yang sering dianggap sebagai tanaman hama alasannya yaitu berpotensi mengganggu perkembangan tanaman pertanian. Namun selain anggapan jelek tersebut, ternyata ada manfaat besar dari tanaman ini. 

Selama ini, krokot dikenal sebagai tanaman obat yang banyak dikonsumsi Manusia untuk menjaga kesehatan maupun untuk pengobatan. Krokot juga sering dimanfaatkan sebagai sayur atau lalapan.

Kandungan gizi dalam daun krokot antara lain:
- omega 3
- sodium
- alumunium
- kalsium
- zat besi
- fosfor
- vitamin A
- vitamin B
- vitamin C
- magnesium
- mangan, dan masih banyak lagi kandungan zat aktif lainnya.

Tapi selain bermanfaat untuk Manusia, ternyata tanaman ini juga mempunyai banyak manfaat untuk burung kicauan terutama untuk Kenari yang sanggup diberikan sebagai pakan pemanis atau Ekstra fooding (EF) supaya Kenari lebih rajin bunyi dan mempunyai nafas yang panjang ketika berkicau serta masih banyak manfaat lainnya untuk kesehatan burung Kenari.

Cara pertolongan daun krokot pada Kenari cukup dicantolkan didalam kandangnya dengan posisi yang gampang dijangkau oleh Kenari, tapi sebelum diberikan sebaiknya daun krokot dibersihkan terlebih dulu dengan air bersih.

Cara lain yang sanggup dilakukan yaitu dengan mengeringkan tanaman ini dengan menjemurnya dibawah terik matahari hingga benar-benar kering kemudian menggilingnya hingga menjadi tepung dengan memakai blender. Pemberian tepung daun krokot ini sanggup dengan mencampurkannya pada pakan biji-bijian atau pakan lainnya menyerupai egg food.

Daun krokot sebaiknya diberikan setiap 2-3 kali seminggu dengan tetap diselingi pertolongan Ekstra fooding (EF) lain terutama sayur-sayuran serta buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Kenari.

Baca juga:

Manfaat daun Ginseng Jawa untuk Kenari

Manfaat daun mengkudu/pace untuk menjernihkan bunyi Kenari

Cara pemasteran untuk Kenari supaya mempunyai bunyi isian

Demikian isu perihal "Manfaat daun krokot untuk Kenari". Untuk isu lain seputar Kenari, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Manfaat krokot untuk Kenari

Rabu, 18 Februari 2009

Manfaat Daun Ginseng Jawa Untuk Kenari

Meskipun dinamakan Ginseng Jawa, namun flora ini bersama-sama bukan merupakan flora orisinil Pulau Jawa, tapi berasal dari wilayah tropis Benua Amerika.

Penyebutan Ginseng Jawa tersebut dikarenakan flora ini mempunyai bentuk akar yang menyerupai dengan flora Ginseng dari Korea dan banyak tumbuh didaerah Jawa. Selain itu, flora ini juga mempunyai khasiat yang hampir sama dengan Ginseng Korea, ialah sebagai penambah stamina.

Di kalangan pecinta Kenari, manfaat flora ini dipercaya bisa mendongkrak stamina Kenari dan menciptakan Kenari semakin rajin berkicau.

Pemanfaatan daun Ginseng Jawa sebagai Ekstra fooding (EF) untuk Kenari memang sudah dilakukan semenjak lama. Hal tersebut terbukti dari banyaknya Kenari-Kenari jawara yang selalu menyertakan daun Ginseng Jawa dalam sajian perawatan hariannya.

Meskipun belum ada penelitian resmi mengenai manfaat daun Ginseng Jawa atau Som Jawa ini, namun khasiatnya sudah banyak dirasakan secara bebuyutan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Daun Ginseng Jawa dianggap sanggup memulihkan kondisi badan yang menurun dengan cepat dan juga bisa meningkatkan stamina. Adapun zat aktif yang terkandung dalam akar dan batang daun ginseng antara lain:
- tanin
- saponin
- alkaloid
Sedangkan pada bab daunnya mempunyai kandungan materi aktif seperti:
- saponin
- flavonoid
- steroid
- minyak atsiri
- vitamin A, dan juga beberapa mineral penting lainnya yang diharapkan oleh tubuh.

Beberapa manfaat daun Ginseng Jawa untuk Kenari:

• Melancarkan peredaran darah pada badan Kenari.

• Meningkatkan stamina dan durasi kerja Kenari.

• Membantu mempercepat pemulihan Kenari yang sedang dalam kondisi tidak fit.

• Menjaga daya tahan badan Kenari dari serangan penyakit.

• Merangsang Kenari semoga lebih rajin berkicau dengan durasi yang lebih panjang.

• Menambah nafsu makan Kenari.

Cara memperlihatkan daun Ginseng Jawa pada Kenari:

Pemberian daun Ginseng Jawa pada Kenari bisa dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari memberikannya secara pribadi dengan menggantung batang dan daunnya didalam sangkar Kenari atau bisa juga dengan cara memotong kecil-kecil bab daunnya kemudian mencampurkannya dalam pakan biji-bijian atau mencampurkannya dengan pakan lain menyerupai egg food.

Sebelum dipakai sebaiknya daun Ginseng Jawa tersebut terlebih dulu dibersihkan dengan air higienis semoga terbebas dari kotoran dan kuman.

Pemberian daun Ginseng Jawa bisa dikombinasikan dengan sayur-sayuran menyerupai sawi, lobak, gambas dan lainnya semoga Kenari lebih sehat dan tercukupi nutrisinya.

Baca juga:

Manfaat daun mengkudu/pace untuk menjernihkan bunyi Kenari

Cara membentuk mental Lovebird (LB) muda semoga lebih fighter

Fungsi utama kerodong untuk burung kicau

Demikian gosip ihwal "Manfaat daun Ginseng Jawa untuk Kenari". Untuk gosip lain seputar Kenari, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Manfaat daun Ginseng Jawa untuk Kenari

Selasa, 17 Februari 2009

Manfaat Daun Mengkudu/Pace Untuk Menjernihkan Bunyi Kenari

Buah mengkudu sudah usang populer sebagai tanaman obat yang mempunyai aneka macam manfaat untuk kesehatan Manusia. Dan selain bermanfaat untuk kesehatan Manusia, ternyata daun mengkudu juga mempunyai khasiat yang besar untuk burung Kenari.

Salah satu manfaat dari daun mengkudu bagi Kenari yaitu untuk memperlancar sirkulasi darah pada badan Kenari, lantaran daun mengkudu mempunyai kandungan berupa fitnutrein ibarat scopoletin yang mempunyai kegunaan untuk mengatasi persoalan pada pembuluh darah yang mengalami penyempitan.

Daun mengkudu juga mempunyai kandungan antioksidan dalam jumlah yang sangat tinggi. Selain itu, daun mengkudu juga mengandung enzim, vitamin A, selenium dan nutrisi lainnya.

Daun mengkudu ternyata juga cukup ampuh untuk membantu sistem pencernaan pada burung Kenari, hal itu disebabkan lantaran adanya kandungan senyawa dalam daun mengkudu yang menstimulasi serotonin dari dalam otak. Serotonin sendiri berperan penting untuk mengatur laju masakan didalam usus dan juga mengatur sistem pencernaan.

Selain untuk memperlancar sirkulasi darah dan untuk memperlancar sistem pencernaan burung, daun mengkudu juga dipercaya mempunyai manfaat lain ibarat membantu menjaga stamina Kenari, merangsang Kenari biar semakin rajin berkicau, serta mengobati serak pada tenggorokan Kenari sehingga suaranya akan lebih jernih dan lantang. Selain itu, daun mengkudu juga sanggup meningkatkan nafsu makan Kenari dan juga mengobati beberapa macam penyakit pada Kenari.

Cara kontribusi daun mengkudu untuk Kenari sama dengan kontribusi pakan perhiasan lain ibarat daun sawi dan sayur-sayuran lainnya, yaitu cukup dicantolkan didalam kandangnya saja.

Pilih daun mengkudu yang masih muda, dan sebelum diberikan pada Kenari sebaiknya dibersihkan terlebih dulu dengan air bersih.

Pemberian daun mengkudu sanggup dikombinasikan dengan sayur-sayuran ibarat sawi, lobak, gambas dan lainnya. Berikan juga buah-buahan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Kenari.

Baca juga:

Cara pemasteran untuk Kenari biar mempunyai bunyi isian

Cara merawat Kolibri Ninja (Konin) bakalan biar cepat gacor

Tips merawat Sirtu/Cipoh pada dikala ekspresi dominan hujan

Demikian warta perihal "Manfaat daun mengkudu/pace untuk menjernihkan bunyi Kenari". Untuk warta lain seputar Kenari, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Manfaat daun mengkudu/pace untuk Kenari

Perawatan Khusus Untuk Cucak Ijo (Ci) Mabung

Cucak Ijo (CI) sangat jarang mengalami mabung total, biasanya Cucak Ijo hanya mengalami nyulam bulu saja, atau berganti bulu secara bergantian dan biasanya hanya sebagian bulu saja yang nyulam. Tapi walaupun jarang terjadi, terkadang ada juga Cucak Ijo yang mengalami mabung total.

Rata-rata Cucak Ijo (CI) yang mengalami nyulam bulu biasanya akan mengalami penurunan performa, apalagi kalau hingga mengalami mabung total maka performa Cucak Ijo tersebut akan menurun drastis, dari yang biasanya sangat gacor menjadi jarang bunyi, bahkan ada yang hingga macet bunyi total.

Hal itu disebabkan dari imbas mabung tersebut yang mengakibatkan metabolisme badan Cucak Ijo (CI) mengalami perubahan yang signifikan, lantaran sebagian besar energi dari Cucak Ijo tersebut dipakai untuk menuntaskan proses mabungnya, dari mulai proses merontokkan bulu hingga proses pertumbuhan bulu yang sangat menguras energi serta membutuhkan nutrisi yang besar untuk pembentukan bulu-bulu baru.

Maka dari itu, pada ketika Cucak Ijo (CI) mengalami mabung besar, sebaiknya diberikan perawatan yang maksimal, terutama untuk asupan nutrisinya supaya proses mabungnya sanggup berlangsung dengan sempurna.

Perawatan harian Cucak Ijo (CI) ketika mabung total:

Jika memungkinkan, sebaiknya Cucak Ijo (CI) yang sedang mabung ditempatkan diruangan yang tenang, jauhkan dari segala gangguan supaya Cucak ijo yang sedang mabung tersebut sanggup beristirahat dengan damai dan fokus untuk menuntaskan masa mabungnya.

Agar proses mabung Cucak Ijo (CI) sanggup tamat lebih cepat, sebaiknya burung lebih banyak dikerodong (Full Kerodong) setiap hari selama masa mabung, buka kerodong hanya pada pagi hari saja untuk melaksanakan aktifitas perawatan menyerupai Mandi, Jemur, Membersihkan sangkar dan Memberikan pakan serta mengganti air minumnya.

• Mandi

Pada ketika mabung, Cucak Ijo (CI) cukup dimandikan seminggu sekali saja.

• Jemur

Lakukan penjemuran setiap hari tapi cukup 15 menit saja mulai jam 07.00 pagi lantaran sinar Matahari belum terlalu panas, jadi kondusif untuk bulu-bulu gres Cucak Ijo (CI).

• Pakan dan Ekstra fooding (EF)

Berikan pisang kepok putih sebagai pakan utama Cucak Ijo (CI) dan ganti pisang setiap pagi walaupun belum habis untuk menghindari basil dan jamur. Sebelum diberikan pada burung terlebih dulu olesi permukaan pisang dengan madu murni untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Cucak Ijo yang sedang dalam masa mabung.

Selingi tunjangan pisang dengan pepaya atau sanggup juga diberikan bersamaan justru lebih baik, lantaran pepaya mempunyai kandungan vitamin C yang tinggi dan sangat manis untuk metabolisme badan Cucak Ijo (CI).

Porsi Ekstra fooding (EF) pada ketika mabung diberikan lebih banyak dari porsi harian pada ketika burung dalam kondisi normal (tidak dalam kondisi mabung), lantaran kandungan protein dalam Ekstra fooding (EF) tersebut sangat dibutuhkan untuk pembentukan bulu-bulu baru.

Misalnya, jikalau pada kondisi normal (tidak dalam kondisi mabung), setelan jangkrik harian 3/3 atau 5/5 pagi/sore, maka pada ketika dalam kondisi mabung, jangkrik diberikan dalam jumlah tak terbatas atau sekenyangnya untuk sekali makan pada pagi dan sore hari, lantaran biasanya Cucak Ijo (CI) yang sedang mabung sanggup mengkonsumsi jangkrik dalam jumlah lebih banyak dari ketika dalam kondisi normal (tidak mabung).

Misal, jikalau dalam kondisi normal Cucak Ijo (CI) hanya mau memakan 5 ekor jangkrik saja sekali makan, maka pada ketika mabung biasanya Cucak Ijo menjadi lebih rakus terhadap jangkrik, dan sanggup menghabiskan 8-10 ekor sekali makan, lantaran secara naluri Cucak Ijo tahu pada ketika mabung tubuhnya memerlukan lebih banyak asupan protein untuk pembentukan bulu-bulu baru.

Ulat hongkong (UH) sanggup diberikan pada ketika Cucak Ijo (CI) dalam proses merontokkan bulu-bulunya, lantaran imbas panas dari Ulat hongkong (UH) akan membantu mempercepat rontoknya bulu-bulu Cucak Ijo. Hentikan tunjangan Ulat hongkong (UH) pada ketika bulu-bulu jarum sudah terlihat mulai tumbuh.

• Kebersihan kandang

Kebersihan sangkar harus diperhatikan pada ketika Cucak Ijo (CI) dalam masa mabung, bersihkan kotorannya setiap pagi supaya burung selalu sehat.

Karena kandangnya selalu dikerodong, maka mengakibatkan kondisi didalam sangkar menjadi pengap dan lembab. Jika kotoran burung tidak rutin dibersihkan, maka akan mengundang banyak basil dan kuman yang akan menjadi sumber penyakit yang sanggup mengganggu kesehatan Cucak Ijo (CI).

Selain rutin membersihkan kotoran yang menumpuk didasar sangkar, jangan lupa bersihkan juga plangkringan dan semua perlengkapannya. Kerodong juga perlu dicuci seminggu sekali dengan memakai detergent supaya terbebas dari bakteri, kutu dan jamur yang sanggup mengganggu kesehatan Cucak Ijo (CI).

• Pemasteran

Pada ketika mabung, Cucak Ijo (CI)menjadi tidak terlalu aktif, burung lebih banyak membisu dan beristirahat lantaran setiap harinya lebih banyak dikerodong. Pada ketika inilah sebaiknya dilakukan pemasteran untuk memperkaya materi isiannya sesuai dengan yang kita inginkan.

Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan abjad dan tipe bunyi Cucak Ijo (CI) dengan bunyi masternya supaya lebih gampang direkam. Suara masteran yang cocok untuk Cucak Ijo antara lain: bunyi Gereja tarung, Cililin, Lovebird, Cucak jenggot, Kapas tembak dan lainnya sesuai impian kita.

Pemasteran sanggup kita lakukan dengan memakai bunyi dari burung-burung orisinil atau sanggup juga memakai bunyi dari Mp3 player. Tapi untuk hasil yang lebih sempurna, sebaiknya kita memakai bunyi burung orisinil lantaran bunyi burung orisinil akan terdengar lebih terang dan alami sehingga tidak berpotensi mengakibatkan Cucak Ijo (CI) menjadi stres. Suara burung orisinil juga sanggup terdengar sepanjang hari dengan jeda yang natural sehingga materi lagunya akan lebih gampang direkam oleh Cucak Ijo.

Perawatan Cucak Ijo (CI) pasca mabung:

• Setelah proses mabungnya tamat dan semua bulu-bulunya sudah tumbuh sempurna, Cucak Ijo (CI) memerlukan masa pemulihan pasca mabung selama kurang lebih 1 bulan untuk memulihkan kondisi fisiknya serta untuk menguatkan bulu-bulu barunya yang masih basah. Mandikan Cucak Ijo seminggu 3x pada pagi atau sore hari sesuai dengan waktu luang kita, tapi usahakan untuk mandi pagi supaya sanggup sekalian berjemur.

• Setelah mandi, angin-anginkan dulu untuk mengeringkan semua bulu-bulunya dan berikan jangkrik dengan porsi sama dengan settingan hariannya pada ketika sebelum mabung.

• Setelah semua bulu-bulunya kering, kemudian burung dijemur selama 15-20 menit saja mulai jam 07-00 pagi. Karena sinar Matahari pada jam 07.00 pagi belum terasa panas sehingga kondusif untuk bulu-bulu Cucak Ijo (CI) yang masih baru. Durasi penjemuran mulai ditingkatkan sehabis masa pemulihan pasca mabung selama satu bulan.

• Berikan buah-buahan segar sebagai pakan utamanya menyerupai Pisang kepok, Pepaya, Apel, Jambu biji, Sawo dan lainnya secara bergantian untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Cucak Ijo (CI) dan untuk mempercepat pemulihan kondisinya sehabis mabung.

• Kerodong Cucak Ijo (CI) pada malam hari saja untuk melindunginya dari cuaca cuek dan menghindarkan burung supaya tidak memakan serangga-serangga beracun yang sering mengerubungi lampu pada malam hari.

Baca juga:

Mengenal abjad Cucak ijo (CI) fighter dan non fighter

Metode pemasteran yang efektif untuk burung kicau

Cara membentuk mental Cucak ijo (CI) supaya lebih fighter

Demikian gosip wacana "Perawatan khusus untuk Cucak Ijo (CI) mabung". Untuk gosip lain seputar Cucak Ijo (CI), sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Cucak Ijo (CI) mabung

Senin, 16 Februari 2009

Ciri-Ciri Jalak Putih/Jalak Pito Jantan Dan Betina

Jalak Putih/Jalak Pito masih dianggap sebagai burung mewah, selain lantaran populasinya yang sudah langka dan sulitnya mendapat burung ini dipasaran, harga burung inipun termasuk cukup mahal.

Penampilan fisik Jalak Putih/Jalak Pito memang terlihat elegan dan glamor dengan warna bulu yang didominasi warna putih higienis dengan perpaduan warna hitam yang harmonis pada cuilan sayap dan ekornya menimbulkan burung ini sangat cocok dipelihara sebagai burung kicauan sekaligus sebagai burung hias lantaran bentuk fisiknya yang menarik.

Jalak Putih/Jalak Pito mempunyai abjad yang sama dengan jenis burung Jalak lainnya, yaitu sangat bawel dengan volume bunyi yang keras dan suka menjiplak bunyi burung lain atau suara-suara lain yang sering didengarnya.

Populasi Jalak Putih/Jalak Pito hampir sama menyerupai Jalak Bali, yaitu terancam mengalami kepunahan yang disebabkan lantaran rusaknya habitat alami dari burung-burung tersebut dan juga lantaran semakin maraknya praktik perburuan liar terhadap spesies burung ini.

Karena populasi dari Jalak Putih/Jalak Pito ini semakin sedikit dan terus berkurang, maka pemerintah melalui dinas terkait telah memasukkan burung ini kedalam daftar burung yang dilindungi oleh undang-undang.

Tapi walaupun termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi, usul terhadap Jalak Putih/Jalak Pito dipasaran masih cukup tinggi walaupun harganya cukup mahal. Hal itu pula yang dimanfaatkan oleh para oknum pedagang badung untuk melaksanakan penipuan demi mendapat laba yang besar dengan cara menyemir burung Jalak jenis lain menyerupai Jalak Kebo/Jalak Penyu dan juga Jalak Nias dengan warna putih.

Untuk para pemula, tentu akan mengalami kesulitan untuk membedakan antara Jalak Putih yang orisinil dan Jalak Putih yang palsu (semiran), apalagi jikalau tanpa perbandingan dengan Jalak Putih yang asli.

Ciri-ciri Jalak Putih/Jalak Pito yang asli:

• Memiliki ukuran tubuh sedang dan mempunyai postur tubuh yang seimbang sehingga terlihat gagah.

• Pada burung cukup umur mempunyai bulu yang didominasi oleh warna putih higienis (tidak kusam) dengan kombinasi warna hitam yang harmonis pada cuilan ekor dan sayapnya.

• Untuk Jalak Putih yang masih muda, bulunya didominasi oleh warna putih kelabu (kusam) pada cuilan leher, kepala, punggung, dan epilog sayapnya.

• Pada ras melanopterus (Jawa dan madura), warna punggung dan epilog sayap berwarna putih, sedangkan pada ras tertius (Bali), warna punggung dan epilog sayap berwarna abu-abu gelap.

• Memiliki kulit tanpa bulu pada sekitar mata dengan bentuk yang memanjang berwarna kuning cerah.

• Memiliki iris mata berwarna coklat tua.

• Paruh berwarna kuning dengan sedikit semburat warna hitam dengan bentuk lurus dan tajam.

• Memiliki ukuran kaki yang panjang dengan warna kecoklatan.

Ciri-ciri spesifik dari Jalak Putih/Jalak Pito jantan dan betina:

Memang agak sulit untuk membedakan burung Jalak Putih/Jalak Pito jantan dan betina lantaran keduanya mempunyai warna bulu dan postur tubuh yang hampir serupa, namun ada satu cara untuk mengetahui jenis kelamin Jalak Putih yaitu dengan cara melihat cuilan anusnya.

Pada anus Jalak Putih/Jalak Pito jantan berwarna ungu tua, sedangkan pada anus Jalak Putih betina berwarna putih kemerahan. Warna ungu bau tanah pada anus Jalak Putih jantan akan terlihat sangat terang ketika burung telah berusia dewasa, sedangkan untuk burung yang masih muda warnanya agak kurang jelas.

Masih ada cara lain untuk membedakan Jalak Putih/Jalak Pito jantan dan betina, yaitu dengan memperhatikan kicauan dan bentuk kepalanya.

• Jika diperhatikan dengan seksama, Jalak Putih jantan mempunyai ukuran tubuh dan kepala yang lebih besar dibanding Jalak Putih betina.

• Jalak Putih/Jalak Pito jantan mempunyai abjad yang garang dan lebih bawel dengan kicauan ngeroll dan lebih nyaring dengan volume lebih keras serta lebih variataif bila dibandingkan dengan Jalak Putih betina yang kurang bawel dengan kicauan yang cenderung monoton dan kurang keras.

• Ketika berkicau, jambul Jalak Putih/Jalak Pito jantan terlihat lebih jegrik/berdiri dibanding Jalak Putih betina.

Habitat Jalak Putih/Jalak Pito:

Burung ini lebih suka menghuni hutan primer dan hutan sekunder, tepi hutan atau lahan yang mempunyai banyak pepohonan didataran rendah dan perbukitan. Walaupun burung ini ialah satwa endemik Pulau Jawa dan Bali, namun Jalak Putih juga sanggup ditemukan diwilayah Lombok (NTB), Madura, Sumatera dan Kalimantan.

Dulu, Jalak Putih/jalak Pito sering terlihat berkeliaran disekitar area persawahan untuk mencari makan, namun ketika ini Jalak Putih hanya sanggup ditemukan didaerah rawa, hutan dataran rendah, dan hutan pedalaman yang jauh dari pemukiman penduduk.

Jalak Putih/Jalak Pito mempunyai kebiasaan hidup secara berkelompok dengan jumlah koloni antara 4-5 ekor. Sarang Jalak Putih cukup sulit untuk ditemukan, lantaran burung ini sering menciptakan sarang pada lubang-lubang pohon yang tinggi sehingga sarang burung ini sulit sekali ditemukan.

Baca juga:

Cara menentukan Jalak ombyokan yang sudah bunyi

Cara merawat burung Cililin supaya cepat gacor

Perawatan harian Poksay Medan/Poksay Mantel supaya cepat gacor

Demikian isu ihwal "Ciri-ciri Jalak Putih/Jalak Pito jantan dan betina". Untuk isu lain seputar Jalak, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Jalak Putih/Jalak Pito jantan dan betina

Minggu, 15 Februari 2009

Cara Merawat Kolibri Ninja (Konin) Bakalan Biar Cepat Gacor

Merawat Kolibri Ninja (Konin) dari anakan (ijoan/trotolan) memang lebih menyenangkan, lantaran kalau kelak Kolibri Ninja (Konin) tersebut sudah gacor dan bahkan sanggup teler tentu rasanya sangat puas lantaran kerja keras kita merawat burung tersebut dari ijoan/trotol terbayar dengan hasil yang sepadan.

Keuntungan lain dari merawat Kolibri Ninja (Konin) dari anakan yaitu burung lebih gampang jinak. Untuk mendapat Kolibri Ninja bakalan, kita sanggup membelinya dipasar atau kios-kios burung terdekat dan biasanya banyak dijual dalam sangkar ombyokan dari yang masih ijoan, trotolan, hingga yang sudah full metalik (Dewasa).

Jika kita membeli Kolibri Ninja (Konin) ombyokan tentu harganya jauh lebih murah dari Kolibri Ninja (Konin) yang sudah jadi (gacor). Sebaiknya beli dikios langganan yang sudah terpercaya semoga mendapat jaminan kalau Konin yang kita beli tersebut berjenis kelamin jantan dan sanggup ditukarkan kalau ternyata betina.

Tapi bukan hal yang gampang untuk memelihara Konin bakalan, baik itu Konin yang masih trotol ataupun yang sudah sampaumur (fullmet) semoga sanggup bertahan hidup dan bahkan sanggup hingga menjadi gacor. Karena pakan Kolibri Ninja (Konin) tergolong cukup sulit, yaitu madu/nektar yang ada pada kelopak-kelopak bunga, sedangkan dalam perawatan kita otomatis burung akan mengalami peralihan jenis pakan yang berbeda dengan dihabitat aslinya.

Tapi kini sudah banyak tersedia nektar buatan khusus untuk burung jenis Kolibri dan sudah banyak tersedia dikios-kios burung dan dipasar-pasar burung dengan kandungan nutrisi yang cukup lengkap sehingga Kolibri Ninja (Konin) bakalanpun sanggup cepat menyesuaikan diri dengan pakan barunya dan sanggup sehat serta rajin bunyi.

Perawatan harian Kolibri Ninja (Konin) bakalan:

Setelah kita mendapat bakalan Kolibri Ninja (Konin), hal yang paling penting dan harus dilakukan yaitu mengkondisikan burung untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya terlebih dulu. Sebaiknya tempatkan Konin diruangan yang hening dan tidak ada gangguan dari burung lain yang gacor maupun dari gangguan-gangguan lain yang sanggup menyebabkan Konin menjadi stres.

Berikan nektar dalam cepuk khusus dan juga kroto sekenyangnya semoga burung merasa senang. Konin yang masih trotol membutuhkan nutrisi yang tinggi lantaran masih dalam masa pertumbuhan menjadi Konin dewasa.

Tempatkan Konin diruangan yang hening tanpa kerodong, tidak usah dimandikan dan dijemur dulu selama masa adaptasi. Setelah beberapa hari masa adaptasi, kita sanggup mulai menerapkan perawatan yang intensif.

Perawatan dimulai dari:

• Pengembunan

Keluarkan Kolibri Ninja (Konin) pada jam 05.00 pagi untuk diembunkan, gantang Konin ditempat yang tinggi atau kerek diatas pohon semoga Konin merasa seperti dihabitat aslinya, selain itu juga semoga Konin lebih sehat dan merasa segar lantaran mendapat udara pagi yang segar dan bebas polusi.

• Mandi

Jam 07.00 pagi Konin sanggup dimandikan kemudian di angin-anginkan dulu hingga bulu-bulunya kering dan berikan nektar sebagai pakan utamanya.

• Jemur

Setelah semua bulu-bulunya kering kemudian Konin dijemur selama kira-kira satu jam semoga Konin lebih sehat dan suhu tubuhnya menjadi stabil.

• Ekstra fooding (EF)

Setelah tamat dijemur, berikan kroto segar dengan porsi sekenyangnya semoga Konin sanggup makan sepuasnya dan tidak kekurangan protein hewani, alasannya biasanya nektar buatan tidak mempunyai kandungan protein hewani.

Pemberian kroto yaitu hal yang penting untuk Konin yang masih trotol. Setelah diberikan kroto tempatkan Konin ditempat yang hening untuk istirahat.

Lakukan perawatan tersebut secara konsisten dan tetap rutin diberikan kroto setiap hari semoga Konin menjadi sehat dan lebih cepat gacor.

Dalam merawat Konin bakalan, hal yang paling penting diperhatikan dalam masa-masa awal yaitu memantau nafsu makannya, kalau Konin lahap memakan kroto dan juga nektar maka peluang hidup Konin bakalan tersebut menjadi sangat besar.

Tapi kalau Konin bakalan tersebut nafsu makannya kurang lahap, sebaiknya cepat-cepat mencari materi makanan lain yang mempunyai nutrisi hampir sama dengan kedua pakan tersebut dan pastikan Konin mau memakannya. Karena kalau ternyata Konin tersebut tidak mau makan atau kurang nafsu makan, maka kemungkinan Konin bakalan tersebut tidak akan sanggup bertahan hidup lebih lama.

Pemberian kroto pada Konin bakalan memang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, tapi kalau sehabis tiga hari Konin bakalan masih belum mau memakan kroto yang kita berikan, sebaiknya segera lakukan terapi lapar dengan cara mengambil cepuk yang berisi nektar pada dikala pengembunan dan cukup berikan air putih saja.

Setelah proses mandi dan penjemuran selesai, berikan kroto segar yang higienis dari semut-semutnya, berikan sedikit saja taruh dalam cepuk, perhatikan apakah Konin mau memakan kroto yang kita sediakan atau tidak. Jika Konin mau memakannya, maka kita sanggup menambahkan kroto dengan jumlah yang lebih banyak dan sementara sumbangan nektar tidak boleh dulu semoga Konin terbiasa mengkonsumsi kroto terlebih dulu.

Tapi kalau ternyata Konin tersebut belum mau memakan kroto yang kita sediakan, sebaiknya kroto kita taruh dalam nektar dengan jumlah yang tidak terlalu banyak, usahakan sampai Konin mau memakanya.

Jika Konin sudah mulai mau memakan kroto yang dicampur nektar walaupun cuma sedikit, itu artinya sudah ada perkembangan positif. Berikan kroto dengan porsi yang tetap sama untuk bebarapa hari dan porsinya terus ditambah hingga Konin terbiasa mengkonsumsi kroto dan mau memakan kroto tanpa dicampur nektar.

Intinya, dalam merawat Kolibri Ninja (Konin) bakalan harus sabar dan telaten semoga sanggup bertahan hidup dan rajin bunyi nantinya.

Baca juga:

Tips merawat Sirtu/Cipoh pada dikala ekspresi dominan hujan

Perawatan sempurna untuk Tledekan Gunung semoga rajin bunyi dan cepat gacor

Perawatan yang sempurna untuk Ciblek gunung/Tribel semoga rajin bunyi

Demikian info wacana "Cara merawat Kolibri Ninja (Konin) bakalan semoga cepat gacor". Untuk info lain seputar Kolibri, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Kolibri Ninja (Konin) trotol