Tampilkan postingan dengan label KOLIBRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOLIBRI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2009

Tips Melatih Kolibri Ninja Bakalan Semoga Mau Makan Kroto

Harga Kolibri Ninja (Konin) yang sudah jadi (gacor) terbilang cukup mahal sebab sanggup hingga beberapa kali lipat dari harga bahan/bakalannya.

Karena itulah banyak penggemar burung mungil ini yang menentukan untuk memelihara Kolibri Ninja (Konin) dari bahan/bakalan, baik itu yang masih ijoan, trotolan maupun yang sudah full metalik. Alasannya sebab harganya yang jauh lebih murah dari harga burung yang sudah jadi (gacor), ada juga yang alasannya biar Kolibri Ninja (Konin) tersebut sanggup dibuat sesuai keinginan.

Tapi untuk memelihara Kolibri Ninja (Konin) dari bahan/bakalan tidak semudah yang dibayangkan, sebab bila burung ini hanya diberikan air larutan gula/susu/nektar buatan saja, lama-kelamaan Kolibri Ninja (Konin) bahan/bakalan tersebut akan menjadi kurus/nyilet dan sanggup mati.

Agar Kolibri Ninja (Konin) bahan/bakalan sanggup bertahan hidup, tetap sehat dan menjadi gacor, maka selain diberikan pakan cair, burung ini juga harus diberikan Ekstra fooding (EF) dalam hidangan pakan hariannya.

Di alam bebas, Kolibri Ninja (Konin) tidak hanya menghisap nektar bunga saja sebagai masakan utamanya, tapi juga memakan serangga-serangga kecil, ulat-ulat kecil, laba-laba dan binatang-binatang kecil lainnya untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya.

Jadi ketika Kolibri Ninja (Konin) kita pelihara dalam kandang, selain diberikan masakan cair/nektar, burung ini juga harus diberikan jenis pakan hewani biar sanggup sehat dan gacor menyerupai di habitat aslinya.

Ekstra fooding (EF) yang umum diberikan pada Kolibri Ninja (Konin) ketika sudah dipelihara dalam sangkar yaitu kroto, sebab selain kandungan proteinnya sangat tinggi, kroto juga gampang dikonsumsi oleh Kolibri Ninja (Konin) sebab teksturnya yang lembut dan mengandung banyak air.

Tapi permasalahnya, Kolibri Ninja (Konin) bahan/bakalan yang gres ditangkap dari alam tidak sanggup pribadi diberikan kroto sebab di habitat aslinya burung ini tidak terbiasa mengkonsumsi kroto. Oleh sebab itulah Kolibri Ninja (Konin) bakalan harus dilatih terlebih dulu biar mau mengkonsumsi kroto.

Cara melatih Kolibri Ninja (Konin) bahan/bakalan untuk makan kroto:

• Jika kita mempunyai burung lain dirumah yang sudah terbiasa makan kroto menyerupai Kolibri atau Pleci, maka tinggal memasukkan Kolibri Ninja (Konin) bakalan kedalam sangkar burung yang sudah terbiasa makan kroto tersebut biar Kolibri Ninja (Konin) bakalan tadi ikut mencoba memakan kroto yang kita sediakan sebab melihat burung lain memakannya.

Awalnya mungkin kedua burung yang kita satukan dalam satu sangkar tersebut akan bertengkar dan saling kejar-kejaran, tapi lama-kelamaan keduanya akan terbiasa dan akur. Tapi pada ketika pertama kali disatukan dalam satu kandang, burung harus tetap dipantau biar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

• Ambil kroto higienis dalam jumlah yang cukup banyak kemudian peras kroto tersebut dengan jari tangan hingga keluar cairannya kemudian ditampung didalam cepuk kecil. Berikan air perasan kroto tersebut pada Kolibri Ninja (Konin) bakalan selama beberapa hari biar burung terbiasa dengan rasa dan aroma dari air perasan ktoto tadi.

Setelah 2-3 hari hanya diberikan air perasan kroto saja, pada hari ke-3 atau hari ke-4 air perasan kroto sanggup ditaburi dengan sedikit kroto biar ikut termakan, dan untuk hari berikutnya air perasan kroto dikurangi dan porsi taburan kroto yang utuh diperbanyak setiap harinya hingga Kolibri Ninja (Konin) bakalan tersebut mau makan kroto utuh tanpa campuran.

Cara tersebut memang agak ribet dan pastinya boros kroto. Untuk itu kita sanggup memakai cara lain yang lebih irit, yaitu mengganti air perasan kroto dengan air gula/nektar buatan. Caranya sama dengan cara di atas, taburkan kroto diatas air gula/nektar buatan setiap hari dengan porsi kroto yang terus diperbanyak setiap harinya hingga Kolibri Ninja (Konin) bakalan mau makan kroto tanpa adonan air gula/nektar buatan.

Jika Kolibri Ninja (Konin) bakalan terlihat sudah mau memakan kroto dengan sedikit adonan air gula/nektar buatan, kita sanggup menciba untuk memperlihatkan kroto dalam cepuk terpisah. Perhatikan apakah Kolibri Ninja (Konin) bakalan tersebut sudah benar-benar mau makan kroto murni tanpa adonan yang kita sediakan didalam wadah terpisah.

• Pegang Kolibri Ninja (Konin) yang akan kita didik untuk makan kroto, kemudian ambil sedikit kroto segar kemudian pecahkan hingga cairan krotonya keluar. Suapkan cairan kroto tersebut beberapa kali hingga burung menjulur-julurkan lidahnya untuk menjilati cairan kroto tersebut, sebab hal itu menunjukan bila burung mulai mencicipi dan menikmati cairan kroto yang kita berikan.

Lakukan cara tadi secara berulang-ulang biar Kolibri Ninja (Konin) bakalan terbiasa dengan rasa kroto pada lidahnya, dan sesudah burung terlihat mulai menyukainya, kita sanggup mulai memperlihatkan kroto yang masih utuh.

Jika Kolibri Ninja (Konin) bakalan tersebut mau memakan kroto utuh yang kita berikan, berarti burung sudah sanggup diberikan hidangan kroto setiap harinya dalam wadah terpisah sebagai hidangan Ekstra fooding (EF) hariannya.

Baca juga:

Ciri-ciri Kolibri Ninja ijoan jantan

Cara merawat Kolibri Ninja (Konin) bakalan biar cepat gacor

Tips merawat Sirtu/Cipoh pada ketika demam isu hujan

Demikian gosip wacana "Tips melatih Kolibri Ninja bakalan biar mau makan kroto". Untuk gosip lain seputar burung Kolibri, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Melatih Kolibri Ninja (Konin) bakalan makan kroto

Sabtu, 07 Maret 2009

Ciri-Ciri Kolibri Ninja Ijoan Jantan

Untuk membedakan antara Kolibri Ninja (Konin) jantan dan betina yang sudah cukup umur memang sangat gampang alasannya yaitu keduanya mempunyai perbedaan warna bulu yang mencolok, atau Konin trotolan yang sudah keluar bulu metaliknya alasannya yaitu sudah sanggup dipastikan berjenis kelamin jantan.

Tapi lain ceritanya bila kita membeli Kolibri Ninja (Konin) anakan atau ijoan, alasannya yaitu antara Konin jantan dan betina masih mempunyai penampilan fisik dan warna bulu yang hampir serupa.

Membeli Kolibri Ninja (Konin) ijoan sesungguhnya yaitu pilihan yang gambling, alasannya yaitu cukup sulit untuk membedakan jenis kelaminnya. Selain itu, ada beberapa pendapat mengenai ciri-ciri perbedaan jenis kelamin Kolibri Ninja (Konin) ijoan yang berbeda-beda antara satu orang dengan orang yang lain, sehingga semakin membingungkan kita dikala akan membeli Kolibri Ninja (Konin) ijoan dikandang ombyokan.

Pendapat bahwa warna pangkal paruh Kolibri Ninja (Konin) ijoan jantan yaitu orange dan warna pangkal paruh Kolibri Ninja (Konin) ijoan betina berwarna putih, tidak sanggup dijadikan patokan yang niscaya alasannya yaitu baik Kolibri Ninja (Konin) jantan maupun betina pada awalnya sama-sama mempunyai pangkal paruh yang berwarna orange, dan sehabis semakin cukup umur warna pangkal paruh keduanya mulai memutih. Tapi sehabis warnanya memutih, pada Kolibri Ninja (Konin) jantan akan mulai tumbuh bulu-bulu metalik, sedangkan pada Kolibri Ninja (Konin) betina tidak tumbuh bulu metalik satupun.

Tahapan usia anakan Kolibri Ninja (Konin) hingga munculnya ciri-ciri antara jantan dan betina:

• Pada usia 1-3 bulan, pangkal paruh Kolibri Ninja (Konin) ijoan baik yang jantan maupun yang betina masih berwarna orange dan belum ada gejala munculnya bulu-bulu metalik pada Kolibri Ninja (Konin) jantan.

• Pada usia 4-6 bulan, warna pangkal paruh Kolibri Ninja (Konin) ijoan baik yang jantan maupun yang betina akan mulai memutih, tapi pada Kolibri Ninja (Konin) jantan sudah mulai tumbuh sedikit bulu-bulu metalik, sedangkan pada Kolibri Ninja (Konin) betina tidak ada bulu-bulu metalik yang tumbuh, bahkan bulu-bulu hijaunya mulai berubah warna menjadi abu-abu.

• Setelah berusia 7 bulan ke atas, paruh dari Kolibri Ninja (Konin) jantan maupun betina sudah mulai menghitam dan pada Kolibri Ninja (Konin) jantan bulu-bulunya sudah full metalik, sedangkan yang betina bulu-bulunya menjadi abu-abu tanpa bulu metalik satupun.

Jika kita menentukan Kolibri Ninja (Konin) ijoan dikandang ombyokan, dan disitu kita dapati ada yang pangkal paruhnya berwarna orange dan ada juga yang pangkal paruhnya berwarna putih, serta belum ada satupun yang tumbuh bulu-bulu metaliknya sedikitpun, maka sebaiknya pilihlah yang pangkal paruhnya berwarna orange cerah. Karena Kolibri Ninja (Konin) ijoan yang pangkal paruhnya masih berwarna orange menerangkan kalau usianya masih sangat muda dan masih ada kemungkinan 50%-50% antara jantan atau betina.

Jadi, pangkal paruh yang berwarna orange tersebut merupakan tanda kalau usia Kolibri Ninja (Konin) ijoan masih sangat muda, tapi bukan merupakan tanda kalau Kolibri Ninja (Konin) ijoan tersebut nyata berjenis kelamin jantan 100%.

Sedangkan untuk Kolibri Ninja (Konin) yang pangkal paruhnya berwarna putih dan belum muncul bulu metalik sedikitpun, kemungkinan besar yaitu berjenis kelamin betina.

Ciri-ciri Kolibri Ninja (Konin) ijoan jantan:

• Pangkal paruhnya berwarna orange cerah.

• Pada leher bab bawah terdapat semburat garis berwarna orange.

• Warna putih pada lingkar matanya tampak lebih jelas, tidak samar-samar.

• Bulu pada bab dadanya ngeblok berwarna coklat kekuningan.

• Semakin usang bulu-bulu pada bab dada akan menjelma hitam/merah.

• Kolibri Ninja (Konin) ijoan jantan sudah mulai rajin ngeriwik.

Baca juga:

Cara merawat Kolibri Ninja (Konin) bakalan supaya cepat gacor

Ciri-ciri perbedaan Tledekan Gunung dan Tledekan Bakau

Ciri-ciri Tledekan Gunung jantan dan betina

Demikian warta mengenai "Ciri-ciri Kolibri Ninja ijoan jantan". Untuk warta lain seputar burung Kolibri, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Kolibri Ninja (Konin) ijoan

Minggu, 15 Februari 2009

Cara Merawat Kolibri Ninja (Konin) Bakalan Biar Cepat Gacor

Merawat Kolibri Ninja (Konin) dari anakan (ijoan/trotolan) memang lebih menyenangkan, lantaran kalau kelak Kolibri Ninja (Konin) tersebut sudah gacor dan bahkan sanggup teler tentu rasanya sangat puas lantaran kerja keras kita merawat burung tersebut dari ijoan/trotol terbayar dengan hasil yang sepadan.

Keuntungan lain dari merawat Kolibri Ninja (Konin) dari anakan yaitu burung lebih gampang jinak. Untuk mendapat Kolibri Ninja bakalan, kita sanggup membelinya dipasar atau kios-kios burung terdekat dan biasanya banyak dijual dalam sangkar ombyokan dari yang masih ijoan, trotolan, hingga yang sudah full metalik (Dewasa).

Jika kita membeli Kolibri Ninja (Konin) ombyokan tentu harganya jauh lebih murah dari Kolibri Ninja (Konin) yang sudah jadi (gacor). Sebaiknya beli dikios langganan yang sudah terpercaya semoga mendapat jaminan kalau Konin yang kita beli tersebut berjenis kelamin jantan dan sanggup ditukarkan kalau ternyata betina.

Tapi bukan hal yang gampang untuk memelihara Konin bakalan, baik itu Konin yang masih trotol ataupun yang sudah sampaumur (fullmet) semoga sanggup bertahan hidup dan bahkan sanggup hingga menjadi gacor. Karena pakan Kolibri Ninja (Konin) tergolong cukup sulit, yaitu madu/nektar yang ada pada kelopak-kelopak bunga, sedangkan dalam perawatan kita otomatis burung akan mengalami peralihan jenis pakan yang berbeda dengan dihabitat aslinya.

Tapi kini sudah banyak tersedia nektar buatan khusus untuk burung jenis Kolibri dan sudah banyak tersedia dikios-kios burung dan dipasar-pasar burung dengan kandungan nutrisi yang cukup lengkap sehingga Kolibri Ninja (Konin) bakalanpun sanggup cepat menyesuaikan diri dengan pakan barunya dan sanggup sehat serta rajin bunyi.

Perawatan harian Kolibri Ninja (Konin) bakalan:

Setelah kita mendapat bakalan Kolibri Ninja (Konin), hal yang paling penting dan harus dilakukan yaitu mengkondisikan burung untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya terlebih dulu. Sebaiknya tempatkan Konin diruangan yang hening dan tidak ada gangguan dari burung lain yang gacor maupun dari gangguan-gangguan lain yang sanggup menyebabkan Konin menjadi stres.

Berikan nektar dalam cepuk khusus dan juga kroto sekenyangnya semoga burung merasa senang. Konin yang masih trotol membutuhkan nutrisi yang tinggi lantaran masih dalam masa pertumbuhan menjadi Konin dewasa.

Tempatkan Konin diruangan yang hening tanpa kerodong, tidak usah dimandikan dan dijemur dulu selama masa adaptasi. Setelah beberapa hari masa adaptasi, kita sanggup mulai menerapkan perawatan yang intensif.

Perawatan dimulai dari:

• Pengembunan

Keluarkan Kolibri Ninja (Konin) pada jam 05.00 pagi untuk diembunkan, gantang Konin ditempat yang tinggi atau kerek diatas pohon semoga Konin merasa seperti dihabitat aslinya, selain itu juga semoga Konin lebih sehat dan merasa segar lantaran mendapat udara pagi yang segar dan bebas polusi.

• Mandi

Jam 07.00 pagi Konin sanggup dimandikan kemudian di angin-anginkan dulu hingga bulu-bulunya kering dan berikan nektar sebagai pakan utamanya.

• Jemur

Setelah semua bulu-bulunya kering kemudian Konin dijemur selama kira-kira satu jam semoga Konin lebih sehat dan suhu tubuhnya menjadi stabil.

• Ekstra fooding (EF)

Setelah tamat dijemur, berikan kroto segar dengan porsi sekenyangnya semoga Konin sanggup makan sepuasnya dan tidak kekurangan protein hewani, alasannya biasanya nektar buatan tidak mempunyai kandungan protein hewani.

Pemberian kroto yaitu hal yang penting untuk Konin yang masih trotol. Setelah diberikan kroto tempatkan Konin ditempat yang hening untuk istirahat.

Lakukan perawatan tersebut secara konsisten dan tetap rutin diberikan kroto setiap hari semoga Konin menjadi sehat dan lebih cepat gacor.

Dalam merawat Konin bakalan, hal yang paling penting diperhatikan dalam masa-masa awal yaitu memantau nafsu makannya, kalau Konin lahap memakan kroto dan juga nektar maka peluang hidup Konin bakalan tersebut menjadi sangat besar.

Tapi kalau Konin bakalan tersebut nafsu makannya kurang lahap, sebaiknya cepat-cepat mencari materi makanan lain yang mempunyai nutrisi hampir sama dengan kedua pakan tersebut dan pastikan Konin mau memakannya. Karena kalau ternyata Konin tersebut tidak mau makan atau kurang nafsu makan, maka kemungkinan Konin bakalan tersebut tidak akan sanggup bertahan hidup lebih lama.

Pemberian kroto pada Konin bakalan memang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, tapi kalau sehabis tiga hari Konin bakalan masih belum mau memakan kroto yang kita berikan, sebaiknya segera lakukan terapi lapar dengan cara mengambil cepuk yang berisi nektar pada dikala pengembunan dan cukup berikan air putih saja.

Setelah proses mandi dan penjemuran selesai, berikan kroto segar yang higienis dari semut-semutnya, berikan sedikit saja taruh dalam cepuk, perhatikan apakah Konin mau memakan kroto yang kita sediakan atau tidak. Jika Konin mau memakannya, maka kita sanggup menambahkan kroto dengan jumlah yang lebih banyak dan sementara sumbangan nektar tidak boleh dulu semoga Konin terbiasa mengkonsumsi kroto terlebih dulu.

Tapi kalau ternyata Konin tersebut belum mau memakan kroto yang kita sediakan, sebaiknya kroto kita taruh dalam nektar dengan jumlah yang tidak terlalu banyak, usahakan sampai Konin mau memakanya.

Jika Konin sudah mulai mau memakan kroto yang dicampur nektar walaupun cuma sedikit, itu artinya sudah ada perkembangan positif. Berikan kroto dengan porsi yang tetap sama untuk bebarapa hari dan porsinya terus ditambah hingga Konin terbiasa mengkonsumsi kroto dan mau memakan kroto tanpa dicampur nektar.

Intinya, dalam merawat Kolibri Ninja (Konin) bakalan harus sabar dan telaten semoga sanggup bertahan hidup dan rajin bunyi nantinya.

Baca juga:

Tips merawat Sirtu/Cipoh pada dikala ekspresi dominan hujan

Perawatan sempurna untuk Tledekan Gunung semoga rajin bunyi dan cepat gacor

Perawatan yang sempurna untuk Ciblek gunung/Tribel semoga rajin bunyi

Demikian info wacana "Cara merawat Kolibri Ninja (Konin) bakalan semoga cepat gacor". Untuk info lain seputar Kolibri, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Kolibri Ninja (Konin) trotol