Jumat, 06 Maret 2009

Terapi Untuk Cucak Ijo Macet Bunyi

Kadang ketika membeli burung kicauan yang ketika kita pantau ditempat pemilik lamanya sangat gacor, tapi begitu kita beli dan kita bawa pulang kerumah, burung tersebut bermetamorfosis pendiam (macet bunyi) dan tidak aktif lagi. Kasus ibarat itu sanggup terjadi pada semua jenis burung termasuk Cucak ijo (CI).

Pada burung Cucak ijo (CI), yang sering terjadi burung terlihat menjadi tidak aktif, sering menggembangkan bulu-bulunya dan hanya bersuara "krek-krek" saja, padahal kita sudah menanyakan dengan detail semua perawatan dan settingan Cucak Ijo tersebut pada pemilik lamanya dan sudah menerapkannya tapi kadang tetap tidak ada perubahan.

Mungkin awalnya kita berfikir kalau Cucak Ijo (CI) tersebut sedang dalam masa penyesuaian dengan lingkungan barunya, tapi sesudah kita tunggu selama beberapa hari kondisinya bukan membaik tapi justru semakin parah dimana Cucak Ijo tersebut lebih sering menggembungkan bulu-bulu dadanya dan kalaupun bunyi hanya bersuara "krek-krek" saja, dan bahkan terkadang hingga menjulurkan lidahnya (melet).

Kondisi tersebut sering di anggap oleh para Mania sebagai kondisi Over Birahi (OB). Mungkin anggapan tersebut memang benar, tapi terkadang kita salah dalam menganalisa apa yang menjadi penyebab dari kondisi Over Birahi (OB) tersebut.

Penanganan yang sering dilakukan pada pada kondisi tersebut yaitu dengan mengurangi porsi Ekstra Fooding (EF) hariannya dan hanya menawarkan buah pepaya saja sebagai pakan utama Cucak Ijo dengan tujuan untuk menurunkan tingkat birahinya.

Tapi yang sering terjadi justru sesudah dilakukan threatment tersebut selama beberapa hari bahkan beberapa minggu, kondisi Cucak Ijo (CI) tidak juga membaik, burung masih tetap diam dan tidak aktif ibarat pada ketika masih ditempat pemilik lamanya, padahal semua perawatan dan settingan dari pemiliknya yang dulu sudah kita lakukan semua.

Jika demikian, berarti bukan kondisi fisik Cucak Ijo (CI) tersebut yang bermasalah, tapi kondisi mentalnya yang tidak beres. Jadi, threatmen mengurangi porsi Ekstra Fooding (EF) dan hanya menawarkan buah pepaya sebagai pakan utama Cucak Ijo tanpa diberikan variasi buah lainnya justru akan semakin memperparah kondisi dari Cucak Ijo tersebut.

Hal itu disebabkan lantaran pada kondisi mental yang tertekan dengan suasana lingkungan gres yang mungkin menciptakan Cucak Ijo (CI) tersebut tidak nyaman serta kondisi fisik yang kelelahan sehabis menempuh perjalanan jauh, seharusnya Cucak Ijo tersebut justru diberikan lebih banyak asupan gizi untuk menjaga kondisi fisiknya biar tetap fit.

Seharusnya, ketika memantau Cucak Ijo (CI) tersebut ditempat pemiliknya lamanya, jangan hanya menanyakan perawatan harian dan settingannya saja, tapi yang tidak kalah penting yaitu mengamati suasana lingkungan disekitar sangkar Cucak Ijo tersebut digantang setiap harinya.

Perhatikan apakah ada burung-burung lain disekitar Cucak Ijo (CI) tersebut ditempat pemilik lamanya, ataukah justru tidak ada burung-burung lain disekitarnya. Karena ada beberapa individu Cucak Ijo yang tidak suka kalau ditempatkan bersama burung-burung lainnya, terutama burung-burung kecil yang gacor dengan warna bulu yang mencolok/cerah ibarat Kenari, Pleci, Kolibri, Lovebird dan lainnya.

Dan kalau dirumah kita ada burung-burung lain yang gacor, terutama burung-burung kecil dengan warna mencolok/cerah, berarti itulah penyebab dari kondisi Over Birahi (OB) pada Cucak Ijo (CI) tersebut.

Cara menangani Cucak ijo (CI) yang macet bunyi:

• Jika ternyata memang hal itu yang menjadi penyebabnya, maka segeralah jauhkan burung-burung kecil/burung-burung lainnya tersebut biar Cucak Ijo (CI) tidak melihat secara pribadi keberadaan dari burung-burung tersebut disekitarnya. Sebaiknya Cucak Ijo di sendirikan dulu hingga kondisinya benar-benar pulih.

• Berikan porsi jangkrik sekenyangnya sebagai sajian Ekstra Fooding (EF) hariannya untuk mengembalikan stamina Cucak Ijo (CI) yang ngedrop.

• Berikan kroto segar seminggu sekali dengan porsi 1 cepuk untuk mendongkrak birahi dan stamina Cucak Ijo (CI) biar mempunyai tenaga untuk berkicau.

• Berikan buah dengan sajian bervariasi ibarat pisang kepok putih, pepaya, apel merah, sawo, jambu biji merah, dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan vitamin dari Cucak Ijo (CI) yang macet bunyi tersebut. (Olesi permukaan buah dengan madu murni sebelum diberikan pada Cucak ijo)

• Mandikan setiap pagi sebelum dijemur biar Cucak Ijo (CI) merasa segar sehingga akan lebih bersemangat untuk berkicau.

• Jemur Cucak Ijo (CI) selama 2-3 jam rutin setiap hari biar burung aktif kembali dan juga biar emosinya meningkat sehingga ketika berkicau menjadi lebih ngotot dengan mengeluarkan semua materi isiannya.

Lakukan perawatan tersebut hingga Cucak Ijo (CI) kembali menjadi gacor ibarat semula dan jangan terpaku pada perawatan dan settingan dari pemilik lamanya, lantaran kondisi burung tidak akan sama setiap harinya, kadang fit, kadang ngedrop. Jadi, kita sebagai perawatnya harus jeli melihat kondisi burung biar sanggup menawarkan perawatan yang sempurna pada Cucak Ijo kesayangan kita.

Setelah Cucak Ijo (CI) kembali gacor dan aktif kembali ibarat semula, perawatan dan settingannya sanggup dikembalikan lagi ibarat perawatan dan settingan dari pemilik lamanya.

Baca juga:

Doping untuk Cucak ijo (CI) biar semakin gacor dan ngentrok

Perawatan khusus untuk Cucak Ijo (CI) mabung

Mengenal huruf Cucak ijo (CI) fighter dan non fighter

Demikian informasi ihwal "Terapi untuk Cucak ijo macet bunyi". Untuk informasi lain seputar Cucak ijo (CI), sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Cucak ijo (CI)

Kamis, 05 Maret 2009

Mengenal Huruf Dan Ciri-Ciri Murai Kerikil Bahorok

Selama ini Murai Batu (MB) Bahorok dikenal mempunyai mental yang paling besar lengan berkuasa diantara Murai Batu jenis lainnya, sebab kebanyakan walaupun masih giras dan masih takut orang tapi ketika ditrek atau dipertemukan lawan maka Murai Batu Bahorok akan eksklusif narung dengan ngotot.

Murai Batu (MB) Bahorok sering disebut sebagai Murai Batu Medan Super, hal itu dikarenakan karakteristik fisik dari Murai Batu Bahorok yang sangat menawan dan yummy dilihat dari segala sisi. 

Ciri-ciri Murai Batu (MB) Bahorok:

• Memiliki penampilan yang sangar dan terkesan bringas dengan bentuk kepala papak/ceper dan besar namun terlihat proporsional, ditunjang dengan leher jenjang dan besar. Namun ada juga beberapa individu Murai Batu Bahorok yang mempunyai bentuk kepala bulat.

• Mata besar melotot dengan sorot tajam seolah mengintimidasi.

• Postur badan besar dan panjang dengan dada yang lebar (bidang) sehingga terkesan kekar dan atletis.

• Ekor panjang dengan ukuran minimal 17 cm dengan bulu yang tebal serta daun ekor lebar. Secara umum bentuk ekornya normal menyerupai Murai Batu lainnya, tapi pada wilayah tertentu ada yang bentuk ekornya melengkung kebawah dan di wilayah lainnya ada yang bentuknya melengkung ke atas.

• Warna bulu leher dan punggung hitam mengkilap kebiruan (samber lilin) jikalau terkena sinar Matahari.

• Bulu dada hingga serpihan perut berwarna mayoritas coklat gelap dan ada juga yang berwarna coklat terang.

• Warna kaki tidak ada ciri khusus, sebab ada yang warna kakinya merah muda, ada yang merah gelap, ada yang semu kehitaman dan yang paling jarang yaitu yang mempunyai warna kaki hitam pekat.

Jadi jikalau dikatakan Murai Batu (MB) Bahorok identik berkaki hitam dan berekor lengkung itu juga tidak sepenuhnya benar. Makara ciri-ciri fisik Murai Batu Bahorok di atas, merupakan isu yang sanggup dijadikan sebagai tumpuan umum, tapi tidak sanggup dijadikan standar atau patokan mutlak untuk semua individu Murai Batu Bahorok.

Murai Batu (MB) Bahorok rata-rata mempunyai vokal yang besar (ngebass) dengan volume yang keras tapi yummy didengar. Ini sanggup kita perhatikan pada ketika Murai Batu Bahorok mengeluarkan bahan bunyi alamnya menyerupai bunyi tembakan gerojokan yang panjang dan terkesan bergulung (ngeroll).

Kombinasi antara bunyi alam yang ngebass dengan suara-suara isian hutan yang nyaring dan melengking terdengar begitu indah dan haronis, ditambah dengan penampilan fisik yang begitu gagah dan elegant serta ditunjang dengan mental fighter yang tangguh mengakibatkan Murai Batu Bahorok pantas menyandang predikat sebagai burung kicau terbaik di Indonesia.

Baca juga:

Ciri-ciri perbedaan Tledekan Gunung dan Tledekan Bakau

Jenis-jenis Murai Batu Borneo dan ciri-cirinya

Murai Batu Lampung super vs Murai Batu Lampung semi

Demikian isu perihal "Mengenal abjad dan ciri-ciri Murai Batu Bahorok". Untuk isu lain seputar Murai Batu (MB), sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Murai Batu (MB) Bahorok

Rabu, 04 Maret 2009

Ciri-Ciri Perbedaan Tledekan Gunung Dan Tledekan Bakau

Tledekan Gunung/Sulingan Gunung ialah salah satu burung kicauan yang banyak digemari oleh para Mania dari dulu hingga sekarang. Untuk ketika ini, Tledekan Gunung banyak dipelihara sebagai klangenan dirumah saja untuk menambah koleksi burung kicauannya, alasannya ialah untuk kini ini lomba untuk kelas Tledekan Gunung memang sudah jarang digelar.

Dengan semakin banyaknya peminat Tledekan Gunung, maka harga burung fighter ini juga semakin naik, apalagi untuk Tledekan Gunung yang sudah jadi (gacor) harganya cukup mahal, bahkan lebih mahal dari Kacer yang sudah gacor.

Hal itu menjadi peluang bisnis bagi para pedagang burung untuk mendapat laba sebanyak-banyaknya dengan mendatangkan stok materi Tledekan Gunung muda hutan sebanyak-banyaknya alasannya ialah sedang diminati konsumen.

Tapi sayangnya, peluang tersebut juga dimanfaatkan oleh para oknum pedagang pembangkang dengan menjual Tledekan Bakau yang dikatakan sebagai Tledekan Gunung. Hal itu dikarenakan sulitnya mencari pasokan Tledekan Gunung/Sulingan Gunung bakalan muda hutan alasannya ialah populasinya di alam bebas memang sudah sangat langka, dan kalaupun ada harganya juga lebih mahal dibanding Tledekan Bakau dari Kalimantan.

Populasi Tledekan Gunung lokal di alam bebas memang sudah tinggal sedikit, bahkan sudah hampir punah, sehingga susah untuk mendapatkannya. Sedangkan populasi Tledekan Bakau dari Kalimantan masih cukup banyak dan sanggup memenuhi usul pasar dalam jumlah besar.

Harga Tledekan Bakau yang lebih murah dari Tledekan Gunung lokal tentunya sanggup mendatangkan laba lebih besar bagi para pedagang kalau dijual atau dikatakan sebagai Tledekan Gunung.

Jika dilihat secara fisik, memang antara Tledekan Gunung/Sulingan Gunung dan Tledekan Bakau/Sulingan Bakau memang tampak sangat mirip, dan bagi para Mania pemula yang belum berpengalaman tentunya akan sulit untuk membedakan keduanya.

Berikut ini beberapa ciri-ciri perbedaan Tledekan Gunung dan Tledekan Bakau yang sanggup dijadikan sebagai panduan sebelum kita memutuskan untuk membelinya.

▪ Ciri-ciri Tledekan Gunung:

• Pada Tledekan Gunung jantan, bulu dibagian atas tubuhnya (punggung) berwarna biru tua. Sedangkan warna bulu dibagian sekitar mata, muka bab depan, dan bercak pada dagu berwarna hitam.

• Dahi dan alisnya terlihat pendek dengan warna bulu biru muda/biru cerah. Sedangkan pada bab tenggorokan, dada, dan sisi tubuhnya berwarna jingga serta bab perut bawah berwarna keputih-putihan.

• Tledekan Gunung/Sulingan Gunung betina mempunyai warna bulu yang sama sekali berbeda dari Tledekan Gunung/Sulingan Gunung jantan. Bulu badan bab atas berwarna coklat dengan lingkar mata berwarna kuning, sedangkan warna bulu pada bab bawah tubuhnya seakan-akan dengan burung jantan, tapi warnanya lebih pucat/pudar.

• Tledekan Gunung/Sulingan Gunung dikenal mempunyai mental yang manis dan sanggup lebih cepat gacor. Suara kicauannya juga sangat nyaring dengan banyak variasi isian. Selain itu, Tledekan Gunung/Sulingan Gunung juga lebih cepat ngeplong dan ngeroll dengan ciri khas nyekleknya, asalkan mendapat perawatan yang tepat.

▪ Ciri-ciri Tledekan Bakau:

Tledekan Bakau/Sulingan Bakau yang terkadang disebut juga sebagai Tledekan Gunung sebrang, sekilas memang sangat seakan-akan dengan Tledekan Gunung/Sulingan Gunung lokal.

• Pada Tledekan Bakau jantan, perbedaannya terletak pada warna bulu dibagian dahi yang tidak biru muda, warna dagunya lebih hitam, serta warna bulu pada badan bab bawahnya keseluruhan berwarna merah bata hingga ke bab perut.

• Untuk Tledekan Bakau betina penampilan fisiknya sangat seakan-akan dengan burung jantan, bahkan lebih seakan-akan dengan Tledekan Gunung jantan. Untuk membedakan jenis kelamin Tledekan Bakau, kita sanggup memperhatikan warna birunya. Tledekan Bakau betina warna birunya terlihat lebih pucat/pudar, dengan ciri khas pada paruh bab atas terdapat bercak putih yang membentuk karakter V serta dagunya berwarna agak kekuningan.

• Tledekan Bakau, termasuk burung yang paling susah berkicau, kalaupun berkicau lebih banyak ngeriwik daripada ngeplongnya, tetapi kalau burung ini sudah mapan dan keluar suaranya, maka Tledekan Bakau berpotensi menjadi sangat gacor.

Dengan perawatan yang sempurna dan konsisten, Tledekan Bakau juga sanggup berkicau dengan suara ngeplong dan juga ngeroll.

Baca juga:

Ciri-ciri perbedaan Murai Batu (MB) jantan dan betina trotolan

Cara merawat Kolibri Ninja (Konin) bakalan biar cepat gacor

Mengenal jenis-jenis Kacer serta kelebihan dan kekurangannya

Demikian gosip perihal "Ciri-ciri perbedaan Tledekan Gunung dan Tledekan Bakau". Untuk gosip lain seputar Tledekan Gunung, sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Tledekan Gunung dan Tledekan Bakau

Ciri-Ciri Murai Kerikil Borneo Yang Prospek Lapangan

Meskipun tidak sepopuler Murai Batu (MB) Sumatera, akan tetapi Murai Batu Borneo tetap mempunyai penggemar fanatik yang cukup banyak, terutama di kawasan asalanya yaitu Kalimantan.

Selain harganya lebih murah dari Murai Batu Sumatera, secara kualitas bekerjsama Murai Batu Borneo juga tidak kalah manis jikalau diberikan perawatan yang tepat, bahkan rata-rata Murai Batu Borneo mempunyai mental fihgter yang lebih besar lengan berkuasa dari Murai Batu Sumatera.

Agar Murai Batu (MB) Borneo sanggup gacor dengan variasi lagu yang manis dan mempunyai mental fighter yang tangguh, maka harus diberikan perawatan dan pemasteran yang sempurna dan konsisten.

Tapi faktor utama yang paling penting yang harus diperhatikan sebelum kita merawat Murai Batu (MB) Borneo yakni pemilihan materi yang prospek supaya nantinya sanggup membanggakan.

Berikut ini beberapa ciri-ciri Murai Batu (MB) Borneo yang prospek:

• Warna bulu

Pilihlah Murai Batu (MB) Borneo yang mempunyai warna bulu dada coklat muda/coklat terang. Akan lebih baik lagi jikalau sanggup mendapat yang supak (warna bulu dadanya agak keputihan tapi bukan blorok). Karena Murai Batu Borneo dengan warna bulu dada ibarat itu rata-rata mempunyai abjad fighter tinggi dengan durasi kerja ngedur.

• Warna kaki

Dari beberapa jenis warna kaki Murai Batu (MB) Borneo yang ada, sebaiknya pilih warna kaki yang coklat kehitaman (warna tanduk), hitam pekat dan coklat kemerahan. Jangan menentukan yang warna kakinya putih kekuningan, sebab mental dan daya tarungnya mengecewakan.

• Panjang ekor

Jika tujuan kita memelihara Murai Batu (MB) Borneo yakni untuk dilombakan, maka pilihlah Murai Batu Borneo yang berekor pendek sekitar 10-13 cm, ibarat Murai Batu Borneo asal Banjar supaya kerjanya lebih maksimal.

• Bentuk kepala

Sebaiknya pilihlah Murai Batu (MB) Borneo dengan kepala papak/ceper, sebab biasanya Murai Batu dengan bentuk kepala ibarat itu mempunyai mental fighter yang tangguh.

• Mata

Pilihlah Murai Batu (MB) Borneo yang mempunyai mata besar melotot dengan tatapan yang tajam ibarat mengintimidasi, sebab Murai Batu tersebut mempunyai mental fighter yang tangguh dengan abjad menyerang.

• Paruh

Pilihlah Murai Batu (MB) Borneo yang mempunyai paruh panjang dan tebal, dan yang bukaan paruhnya lebar pada ketika berkicau. Karena biasanya Murai Batu dengan ciri paruh ibarat itu pada ketika tarung akan mengeluarkan materi tembakan dengan full power.

• Leher

Pilihlah Murai Batu (MB) Borneo yang mempunyai leher besar dan panjang, sebab biasanya Murai Batu dengan bentuk leher tersebut mempunyai volume bunyi tembus.

Karakter bunyi Murai Batu (MB) Borneo:

Menurut anggapan banyak orang, tipykal bunyi Murai Batu (MB) Borneo cenderung lebih ngebass dan monoton, padahal bekerjsama hal itu tidak sepenuhnya benar sebab dengan perawatan yang sempurna dan pemilihan bunyi masteran yang sesuai dengan karakternya serta proses pemasteran yang intensif, Murai Batu Borneo juga sanggup mempunyai materi lagu yang berkualitas.

Karena rata-rata Murai Batu (MB) Borneo mempunyai tipe bunyi nembak, maka sebaiknya pilihlah bunyi masteran utama dengan suara-suara burung yang bertipe nembak ibarat bunyi Cililin, Lovebird, Pelatuk, Cucak jenggot, Kapas tembak dan suara-suara burung lainnya sesuai selera kita.

Pola ekor Murai Batu (MB) Borneo:

Pola ekor Murai Batu (MB) Borneo terdiri dari 6 pasang (12 helai) bulu, dengan 2 pasang bulu hitam (bulu utama) dan 4 pasang bulu putih (bulu penyangga).

Ada beberapa macam contoh ekor Murai Batu Borneo, antara lain:

• Bulu ekor penyangga berwarna putih polos semua dengan sedikit semburat warna hitam pada serpihan pangkal ekornya.

• Bulu ekor penyangga dengan warana putih polos 3 pasang dan sepasang (ekor putih terpanjang) berwarna separuh hitam dan separuh putih dengan contoh membelah.

• Empat pasang bulu ekor penyangga berwarna putih dengan semburat warna hitam pada pangkal ekornya dan empat bulu ekor lainnya berwarna hitam semua.

Baca juga:

Jenis-jenis Murai Batu Borneo dan ciri-cirinya

Murai Batu Lampung super vs Murai Batu Lampung semi

Murai Batu trotolan hutan vs Murai Batu trotolan penangkaran

Demikian info perihal "Ciri-ciri Murai Batu Borneo yang prospek lapangan". Untuk info lain seputar Murai Batu (MB), sanggup dibaca pada artikek suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Murai Batu (MB) Borneo

Selasa, 03 Maret 2009

Jenis-Jenis Murai Kerikil Borneo Dan Ciri-Cirinya

Murai Batu (MB) Borneo/Kalimantan adalah salah satu jenis Murai Batu lokal Indonesia yang terdapat di beberapa wilayah di Pulau Kalimantan.

Ciri-ciri Murai Batu (MB) Borneo yang paling gampang dikenali ialah pada gaya tarungnya yang khas, yaitu membuatkan bulu-bulu dadanya (gembung), dengan kepala begerak ke atas dan ke bawah menyerupai mencangkul dengan tempo yang kadang cepat dan kadang lambat.

Murai Batu (MB) Borneo ialah sebutan Mania terhadap spesies Murai Batu yang berasal dari Pulau Kalimantan. Seperti halnya Murai Batu asal Sumatera, Murai Batu Borneo juga ada beberapa jenis sesuai habitat asalnya.

Secara umum dikenal tiga jenis Murai Batu (MB) asal Kalimantan yang banyak dipelihara Mania, antara lain:

• Murai Batu (MB) Palangka

Murai Batu (MB) Palangka dikenal juga sebagai Murai Batu Kalimantan super sebab mempunyai ukuran ekor yang paling panjang di antara Murai Batu Borneo jenis lainnya. Habitatnya tersebar di wilayah Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat.

Ciri-ciri Murai Batu (MB) Palangka:

Secara fisik Murai Batu (MB) Palangka sangat identik dengan Murai Batu Lampung, dan secara umum Murai Batu Palangka mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

• Ukuran tubuh sedang dengan bentuk tubuh yang agak memanjang.
• Panjang Ekor sekitar 15-18 cm.
• Warna bulu dada coklat hingga coklat tua.
• Warna Kaki ada yang hitam pekat, coklat kehitaman (warna tanduk), coklat kemerahan dan putih kekuningan.

Murai Batu (MB) Palangka mempunyai gaya tarung yang khas menyerupai typical Murai Batu Borneo lainnya. Murai Batu Palangka juga akan membuatkan bulu dadanya pada ketika tarung, tetapi tidak menyerupai Murai Batu Banjar dan Murai Batu Mahkota yang akan membuatkan seluruh bulu badannya secara total (gembung), Murai Batu Palangka hanya membuatkan bulu-bulu dibagian perut dan sedikit dibagian dada (semi gembung).

• Murai Batu (MB) Banjar

Murai Batu (MB) Banjar banyak ditemukan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Murai Batu (MB) Banjar merupakan jenis Murai Batu yang paling diminati oleh para pemain Murai Batu di Kalimantan untuk dilombakan, alasannya sebab huruf fighternya yang sangat tinggi.

Seperti halnya Murai Batu (MB) Palangka, secara fisik Murai Batu Banjar juga banyak ragam jenisnya menyerupai warna bulu dada, warna kaki, dan panjang ekor yang berbeda-beda antara satu habitat dengan habitat yang lain.

Secara umum perbedaan Murai Batu (MB) Banjar dengan Murai Batu Palangka ialah pada warna bulu dadanya yang cenderung lebih cerah dengan ekor yang lebih pendek dari Murai Batu Palangka.

Panjang ekor Murai Batu (MB) Banjar rata-rata hanya 10-13 cm, tapi ada juga Murai Batu Banjar dari tempat tertentu yang mempunyai panjang ekor hingga 15 cm.

Ciri-ciri Murai Batu (MB) Banjar:

• Ukuran tubuh kecil, sedang hingga besar.
• Panjang ekor sekitar 10-15 cm.
• Warna bulu dada coklat hingga coklat terang.
• Warna kaki hitam pekat, coklat kehitaman (warna tanduk), coklat kemerahan, dan putih kekuningan.

Pada ketika tarung Murai Batu (MB) Banjar akan membuatkan seluruh bulu-bulu dada warna coklatnya hingga sebatas leher, sehingga terlihat bundar (gembung).

• Murai Batu (MB) Mahkota (Kepala haji)

Murai Batu (MB) Mahkota/Kepala Putih/Murai haji (white crowned shama) yang habitatnya terdapat disekitar wilayah Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara (Perbatasan Malaysia) ini sebetulnya secara fisik sangat menyerupai dengan Murai Batu Banjar. Hanya ada satu ciri yang membedakannya dari Murai Batu Banjar yaitu adanya warna putih pada kepingan atas kepalanya.

Tapi secara keseluruhan, Murai Batu (MB) Mahkota identik dengan Murai Batu Banjar, baik postur tubuh, warna bulu dada, gaya tarung, hingga huruf fighternya yang tinggi.

Ciri-ciri Murai Batu (MB) Mahkota:

• Ukuran tubuh kecil hingga sedang.
• Panjang ekor sekitar 10-13 cm.
• Warna bulu dada coklat hingga coklat terang.
• Warna kaki ada yang hitam pekat, coklat kehitaman (warna tanduk), dan coklat kemerahan.

Seperti halnya Murai Batu (MB) Banjar, pada ketika tarung Murai Batu Mahkota juga akan membuatkan seluruh bulu-bulu dada warna coklatnya hingga sebatas leher sehingga terlihat bundar (gembung).

Baca juga:

Murai Batu Lampung super vs Murai Batu Lampung semi

Murai Batu trotolan hutan vs Murai Batu trotolan penangkaran

Perbedaan Murai Batu Medan super (Lokal) dan Murai Batu import

Demikian gosip ihwal "Jenis-jenis Murai Batu Borneo dan ciri-cirinya". Untuk gosip lain seputar Murai Batu (MB), sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

MB Palangka-MB Banjar-MB Mahkota

Senin, 02 Maret 2009

Murai Kerikil Lampung Super Vs Murai Kerikil Lampung Semi

Untuk kini ini, Murai Batu (MB) orisinil Lampung sudah sangat sulit ditemukan alasannya ialah populasinya di alam bebas sudah sangat langka bahkan sanggup dikatakan nyaris punah.

Tapi jikalau kita lihat dipasar-pasar burung di Indonesia, gampang sekali kita temui Murai Batu (MB) yang dikatakan sebagai Murai Batu Lampung, Lampung super dan Lampung semi.

Murai Batu (MB) Lampung dan Lampung super ialah dua jenis Murai Batu dari habitat yang sama di Pulau Sumatera. Istilah Murai Batu Lampung dan Lampung super tersebut ialah penyebutan dari para pedagang untuk membedakan antara Murai Batu Lampung ekor pendek dan Murai Batu Lampung ekor panjang, sekaligus untuk membedakan harga jualnya.

Harga jual Murai Batu (MB) Lampung ekor panjang/Lampung super memang lebih tinggi dari Murai Batu Lampung biasa/ekor pendek, alasannya alasannya ialah para penggemar lebih menyukai Murai Batu yang mempunyai ekor panjang menjuntai.

Murai Batu (MB) Lampung dan Lampung super mempunyai spesifikasi yang sama, dari segi suara, mental, maupun gaya tarungnya, alasannya ialah keduanya memang berasal dari jenis dan habitat yang sama. Yang membedakan dari keduanya hanya pada ukuran ekornya saja.

Murai Batu (MB) Lampung mempunyai postur tubuh yang sedikit lebih besar dari Murai Batu Medan atau Murai Batu Aceh, tapi perbedaan dari segi fisik yang paling gampang dikenali ialah pada bab ekornya yang lebih pendek dan cenderung lurus dari pangkal hingga ujungnya.

Kalau dilihat dari bentuk fisik lainnya secara keseluruhan memang agak sulit untuk membedakan Murai Batu (MB) Lampung dengan Murai Batu asal Sumatera lainnya alasannya ialah memang hampir serupa.

Ciri lainnya dari Murai Batu (MB) Lampung ialah pada gaya tarungnya yang menaik turunkan kepalanya menyerupai mencangkul menyerupai dengan gaya tarung Murai Batu Borneo/Kalimantan, hanya saja Murai Batu Lampung yang orisinil tidak menggembungkan bulu dadanya ketika bertarung.

Sedangkan Murai Batu (MB) Lampung semi, bekerjsama bukanlah Murai Batu yang berasal dari Lampung (Sumateta), melainkan dari Kalimantan atau lebih tepatnya Murai Batu Palangka yang mempunyai ukuran ekor cukup panjang.

Ketika berkicau sendiri tanpa lawan, Murai Batu (MB) Palangka tidak akan menggembungkan bulu dadanya, tapi pada dikala di track/di adu, gres kelihatan kalau Murai Batu yang disebut juga sebagai Murai Batu Lampung semi tersebut akan menyebarkan bulu-bulu dadanya (gembung).

Secara fisik, Murai Batu (MB) Palangka memang identik dengan Murai Batu (MB) Lampung, hal itulah yang dimanfaatkan oleh para oknum pedagang pembangkang untuk mencari laba dari ketidak tahuan para penghobi pemula.

Hal itu dikarenakan Murai Batu (MB) asal Kalimantan memang kurang diminati, maka oleh para oknum pedagang pembangkang diberi label sebagai Murai Batu Lampung semi untuk menarik minat pembeli sekaligus menaikkan harga jualnya.

Jika diperhatikan dari fisiknya, Murai Batu (MB) Palangka mempunyai beberapa ciri yang berbeda, baik gradasi warna bulu, warna kaki dan ukuran ekornya.

Ciri-ciri Murai Batu (MB) Palangka/Lampung semi:

• Postur tubuh sedang dengan bentuk agak memanjang.

• Panjang ekor antara 15-18 cm.

• Warna bulu dada coklat hingga coklat tua.

• Warna kaki ada yang hitam pekat, coklat kehitaman (warna tanduk), coklat kemerahan, dan putih kekuningan.

Gaya tarung Murai Batu (MB) Palangka sama menyerupai typical Murai Batu Kalimantan/Borneo lainnya. Murai Batu Palangka juga akan menyebarkan bulu dadanya pada dikala tarung, tapi tidak menyerupai Murai Batu Borneo lainnya, Murai Batu Palangka hanya menyebarkan bulu bab perut dan sedikit dibagian dadanya (semi gembung).

Hal itulah yang dimanfaatkan oleh para oknum pedagang pembangkang untuk menarik minat pembeli sekaligus menaikkan harga jual Murai Batu Palangka tersebut dengan menyebutnya sebagai Murai Batu (MB) Lampung semi.

Murai Batu (MB) Lampung terperinci berasal dari Pulau  Sumatera, dan typical Murai Batu asal Sumatera tidak ada yang menyebarkan bulu-bulu dadanya pada dikala tarung/berkicau (tidak gembung), berbeda dengan Murai Batu dari Kalimantan/Borneo yang mempunyai ciri khas menyebarkan bulu-bulu badannya (gembung) pada dikala tarung, termasuk Murai Batu Palangka/Kalimantan super yang sering disebut juga sebagai Murai Batu Lampung semi.

Jadi, Murai Batu (MB) Lampung semi bekerjsama bukanlah Murai Batu yang berasal dari Lampung (Sumatera), melainkan dari Kalimantan/Borneo yang diberi label oleh para oknum pedagang pembangkang sebagai Murai Batu Lampung semi untuk menarik minat pembeli dan menaikkan harga jualnya.

Jika dilihat dari penampilannya, antara Murai Batu (MB) Lampung dengan Murai Batu (MB) Lampung semi, memang hampir tidak ada bedanya. Yang membedakan keduanya hanya pada gaya tarung dan teladan ekornya saja.

Baca juga:

Kelebihan Murai Batu Balak

Kelebihan dan kekurangan Murai Batu ekor hitam (Black tail)

Mengenal ciri-ciri dan kelebihan Murai Batu Lampung

Demikian gosip wacana "Murai Batu Lampung super vs Murai Batu Lampung semi". Untuk gosip lain seputar Murai Batu (MB), sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

MB Lampung dan MB Palangka/Lampung semi

Minggu, 01 Maret 2009

Kelebihan Murai Watu Balak

Anggapan banyak orang kalau Murai Batu (MB) Balak mempunyai keistimewaan/kelebihan pada volume suaranya yang tembus melengking dengan lagu bervariasi mungkin tidak berlebihan, sebab Murai Batu Balak merupakan perpaduan dari dua jenis Murai Batu terbaik di Indonesia. Perpaduan tersebut tentunya akan saling melengkapi antara kualitas Murai Batu ekor putih (White tail) dan kualitas Murai Batu ekor hitam (Black tail) yang dipadukan menjadi satu.

Sebelum kita membahas perihal Murai Batu (MB) Balak, terlebih dulu kita harus mengetahui dulu menyerupai apa struktur dan contoh ekor Murai Batu (MB).

Struktur bulu ekor Murai Batu (MB) terdiri dari dua bagian, yaitu:

• Ekor penyangga

Bentuknya kecil-kecil dengan ukuran yang lebih pendek dari ekor lainnya dan letaknya dibagian bawah/samping yang berfungsi sebagai penyangga/penahan ekor utama.

• Ekor utama

Bentuknya lebih panjang, terletak dibagian atas/tengah yang menjadi mahkota dari seekor Murai Batu (MB).

Berdasarkan warna ekornya, Murai Batu (MB) di Indonesia digolongkan menjadi dua jenis yaitu:

1. Murai Batu (MB) ekor putih (White rumped shama).

2. Murai Batu (MB) ekor hitam (Black tail shama).

Murai Batu (MB) ekor putih (White tail), mempunyai struktur ekor 4 pasang bulu ekor penyangga berwarna putih dan 2 pasang bulu ekor utama berwarna hitam, dan ada juga yang mempunyai struktur ekor 3 pasang bulu ekor penyangga berwarna putih dan 3 helai bulu ekor utama yang berwarna hitam.

Murai Batu (MB) ekor hitam (Black tail), semua bulu ekornya berwarna hitam, baik bulu ekor penyangga maupun bulu ekor utama, dengan contoh struktur 4 pasang bulu ekor penyangga dan 2 pasang bulu ekor utama. Dan ada juga yang mempunyai contoh struktur 3 pasang bulu ekor penyangga dan 3 pasang bulu ekor utama.

Selain dua jenis Murai Batu (MB) berdasarkan warna bulu ekornya tersebut, masih ada satu lagi jenis Murai Batu yang mempunyai contoh ekor dengan perpaduan warna antara ekor hitam dan ekor putih pada penggalan bulu ekor penyangganya, atau yang biasa disebut Murai Batu Balak.

Murai Batu (MB) Balak dibedakan lagi menjadi beberapa macam berdasarkan jumlah ekor balaknya, antara lain:

• Murai Batu (MB) Balak dua, jikalau terdapat 2 helai bulu ekor yang mempunyai perpaduan warna hitam dan putih pada bulu ekor penyangganya.

• Murai Batu (MB) Balak empat, jikalau terdapat 4 helai bulu ekor dengan perpaduan warna hitam dan putih pada bulu ekor penyangganya.

• Murai Batu (MB) Balak enam, jikalau terdapat 6 helai bulu ekor dengan perpaduan warna hitam dan putih.

• Murai Batu (MB) Balak delapan jikalau terdapat 8 helai bulu ekor dengan perpaduan warna hitam dan putih.

Menurut gosip yang berkembang dikalangan penghobi Murai Batu (MB), bahwa Murai Batu Balak yaitu jenis Murai Batu langka yang punya keistimewaan/kelebihan pada vokalnya yang tembus melengking dengan variasi lagu yang melimpah.

Menurut pendapat dari para pakar Murai Batu (MB), bahwa terjadinya fenomena Murai Batu Balak merupakan hasil dari kawin silang alami antara Murai Batu ekor putih (White tile) dengan Murai Batu ekor hitam (Black tile), Karena kemungkinan adanya migrasi/perpindahan daerah tinggal yang terjadi dihabitat dari masing-masing kedua jenis Murai Batu tersebut.

Misalnya Murai Batu (MB) Nias raja yang mempunyai ekor balak alami dan bukan merupakan hasil kawin silang yang dihasilkan dari penangkaran. Murai Batu ini berasal dari Pulau Nias yang mempunyai ekor balak/ada noktah putih pada penggalan ujung dari ekor penyangganya, padahal Pulau Nias merupakan sentra habitat dari Murai Batu ekor hitam.

Kemungkinan hal itu terjadi sebab adanya migrasi dari Murai Batu (MB) ekor putih ke wilayah Pulau Nias yang merupakan habitat Murai Batu ekor hitam dan terjadi perkawinan antara kedua jenis Murai Batu tersebut yang menghasilkan keturunan dengan contoh ekor penyangganya mempunyai perpaduan warna hitam dan putih yang biasa disebut Murai Batu Nias raja.

Sebaliknya Murai Batu (MB) ekor hitam juga sanggup ditemukan di beberapa wilayah di Aceh yang sebagain besar daerahnya merupakan habitat dari Murai Batu ekor putih, namun juga banyak ditemukan Murai Batu asal Aceh yang mempunyai contoh ekor balak.

Jadi kesimpulannya, Murai Batu (MB) Balak yaitu keturunan dari hasil kawin silang antara Murai Batu ekor putih dengan Murai Batu ekor hitam, baik yang terjadi secara alami dihabitat aslinya, maupun yang dhasilkan dari penangkaran dengan campur tangan Manusia (peternak).

Baca juga:

Kelebihan dan kekurangan Murai Batu ekor hitam (Black tail)

Mengenal ciri-ciri dan kelebihan Murai Batu Lampung

Murai Batu trotolan hutan vs Murai Batu trotolan penangkaran

Demikian informasi perihal "Kelebihan Murai Batu Balak". Untuk informasi lain seputar Murai Batu (MB), sanggup dibaca pada artikel suara burung kicau yang lain.

Kunjungi Juga Artikel Ini : Cara mudah Beternak burung kenari
: Tips Panduan Merawat Burung Perkutut

Murai Batu (MB) Balak